SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Akses jalan menuju Jembatan Jelai di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), kini sudah terhubung hingga oprit jembatan. Jalan tersebut juga sudah dapat dilalui kendaraan roda dua hingga badan jalan yang telah diratakan.
Terhubungnya akses jalan itu dinanti warga di kedua wilayah karena dinilai dapat mempercepat mobilitas melalui jalur darat. Warga Sukamara yang hendak menuju sejumlah wilayah di Kalbar nantinya tidak lagi bergantung pada transportasi sungai.
“Banyak warga Sukamara yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalbar, sehingga bisa lewat darat. Sebelumnya harus menyeberang dahulu maupun transit di Desa Jambi,” kata Hasan.
Akses tersebut juga mempermudah perjalanan menuju sejumlah desa di Kalbar, seperti Jambi dan Air Hitam di Kecamatan Manis Mata, maupun menuju Ketapang. Sebaliknya, warga Kalbar dapat menggunakan jalur tersebut untuk menuju Sukamara dan wilayah lain di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Di sisi lain, sungai kerukan di samping badan jalan yang menuju Jembatan Jelai kini dimanfaatkan warga sebagai jalur transportasi sungai menggunakan perahu kecil. Kerukan tersebut memiliki lebar sekitar 4–5 meter dan cukup dalam untuk dilalui perahu.
“Sungai kerukan badan jalan bisa dilalui perahu kecil. Jadi bisa dimanfaatkan untuk angkutan sungai,” kata Anjang, salah seorang warga.
Warga lainnya mengatakan, saat ini sejumlah perahu mulai melintasi kerukan di sisi jalan baru menuju jembatan. Sebelumnya, warga menggunakan kerukan sungai di Desa Sukaramai.
“Sekarang banyak perahu lewat kerukan jalan yang baru menuju jembatan. Dulu lewat kerukan sungai di Desa Sukaramai,” ujarnya.
Pedagang di Kota Sukamara, Irwan, berharap akses darat tersebut segera dapat difungsikan secara optimal setelah jembatan berfungsi. Menurut dia, peningkatan arus lalu lintas antarwilayah diharapkan turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Jika jalan sudah bisa dilalui kendaraan dan jembatan fungsional, arus lalu lintas antarwilayah akan ramai, terutama ke Sukamara. Harapannya tentu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat masing-masing wilayah,” imbuhnya. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno