Kemarau Panjang, Lahan Transmigrasi di Sukamara Kekeringan

Fauziannur • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:56 WIB
Lahan pertanian di kawasan transmigrasi Desa Pulau Nibung, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, mengalami kekeringan. (Fauziannur/Radar Sampit) 
Lahan pertanian di kawasan transmigrasi Desa Pulau Nibung, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, mengalami kekeringan. (Fauziannur/Radar Sampit) 

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Kemarau yang berlangsung saat ini menyebabkan lahan pertanian di kawasan transmigrasi Desa Pulau Nibung, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat petani harus membuat sumur galian sementara untuk mendapatkan air guna menyiram tanaman sayur-mayur di pekarangan.

Salah seorang warga transmigrasi, Mang Sese, mengatakan kekeringan terjadi setelah warga menempati kawasan tersebut dan mulai menanam sayur-mayur.

“Sudah ditempati dan menanam sayur-mayur. Tetapi sekarang tanah mengalami kekeringan karena kemarau,” kata Sese.

Untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan air, warga melakukan penyiraman lebih intensif dengan memanfaatkan air dari sumur galian. Upaya tersebut dilakukan karena parit di sekitar permukiman transmigrasi juga mengalami kekeringan.

Selain kekeringan, warga juga menghadapi ancaman kebakaran lahan. Sejumlah titik yang berada dekat dengan permukiman transmigrasi telah terbakar.

“Bagian belakang transmigrasi sudah terbakar. Mudah-mudahan segera turun hujan,” harap Sese.

Program transmigrasi di Kabupaten Sukamara berada di dua lokasi, yakni Desa Pulau Nibung dengan 90 unit rumah dan Sungai Baru sebanyak 200 unit untuk kepala keluarga (KK).

Program tersebut diperuntukkan bagi warga Kabupaten Sukamara dengan tujuan meningkatkan dan memberdayakan masyarakat serta menciptakan ekosistem ekonomi baru. (fzr/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kekeringan sukamara