Api Mulai Merambah Bantaran Sungai Jelai

Fauziannur • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:41 WIB
Api dengan kepulan asap hitam nampak di area bantaran Sungai Jelai, Kabupaten Sukamara. (Fauziannur/Radar Sampit)  
Api dengan kepulan asap hitam nampak di area bantaran Sungai Jelai, Kabupaten Sukamara. (Fauziannur/Radar Sampit)  

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Sejumlah area di bantaran Sungai Jelai terlihat masih terbakar dan sebagian lainnya menyisakan bekas kebakaran.

Salah seorang warga, Tmi, mengatakan sebelumnya kebakaran terjadi di wilayah Desa Sukaramai, Kalbar. Kini, kebakaran terlihat di kawasan bantaran Sungai Jelai, tepatnya di Terantang, Desa Sedawak, Kabupaten Sukamara.

“Sekarang terlihat di wilayah bantaran sungai di Terantang, Desa Sedawak,” kata Tmi sembari menunjuk kepulan asap hitam dari lokasi kebakaran pada Sabtu (5/9).

Pantauan dari sungai juga menunjukkan banyak area yang merupakan bekas kebakaran. Sejumlah perusahaan swasta yang berada di sekitar sungai turut memperketat pengawasan dengan melakukan patroli setiap hari.

“Biasanya ada satpam perusahaan yang patroli hingga ke sungai menggunakan perahu. Mereka memantau area bantaran sungai yang masuk wilayah perusahaan,” ujar warga lainnya.

Kabupaten Sukamara saat ini masih berstatus siaga karhutla. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara terus melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukamara Anderson mengatakan, berdasarkan data aplikasi BRIN hingga 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat 1.162 titik panas (hotspot) di wilayah Sukamara. Sebarannya meliputi Kecamatan Sukamara 174 titik, Pantai Lunci 427 titik, Jelai 389 titik, Balai Riam 24 titik, dan Permata Kecubung 148 titik.

Sementara berdasarkan data aplikasi SIPONGI pada periode yang sama, jumlah hotspot mencapai 3.412 titik. Rinciannya, Kecamatan Sukamara 475 titik, Pantai Lunci 1.522 titik, Jelai 982 titik, Balai Riam 42 titik, dan Permata Kecubung 391 titik.

Anderson menyebutkan, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Sukamara sejak Januari hingga 29 Agustus 2026 mencapai 444,95 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 204,35 hektare telah berhasil dipadamkan.

Menurut Anderson, penanganan karhutla masih menghadapi kendala keterbatasan sarana dan prasarana BPBD. Karena itu, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.

“BPBD masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana dalam penanganan karhutla. Karena itu, kami selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan TNI, Polri, KPHP, perusahaan perkebunan kelapa sawit, serta instansi terkait lainnya,” ujar Anderson. (fzr/yit)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
sukamara karhutla