Sejumlah Nelayan Sukamara Istirahat Melaut

Fauziannur • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:40 WIB
Perahu para nelayan tambat labuh di dermaga di anakan sungai karena kondisi cuaca tidak menentu. (Fauziannur/Radar Sampit) 
Perahu para nelayan tambat labuh di dermaga di anakan sungai karena kondisi cuaca tidak menentu. (Fauziannur/Radar Sampit) 

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Angin kencang dan gelombang besar membuat sejumlah nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara memilih tidak melaut untuk sementara waktu. Sebagian nelayan beralih bekerja di darat.

Salah seorang warga pesisir, Uno, mengatakan kondisi laut saat ini tidak memungkinkan bagi nelayan untuk melaut. Selain angin kencang dan gelombang besar, alur anak sungai yang menjadi tempat tambat perahu juga mengalami pendangkalan akibat surut dan tertutup pasir.

“Sekarang tidak bisa ke laut. Ombaknya besar dan banyak nelayan memilih istirahat melaut dan beralih sementara bekerja ke darat,” kata Uno.

Menurut Uno, kondisi tersebut terjadi pada musim kemarau karena tidak ada hujan yang mendorong aliran air sungai ke laut. Akibatnya, pasir laut menutup alur keluar-masuk perahu.

“Yang membuat alur itu kan dorongan air sungai yang deras. Sekarang tidak ada hujan sehingga pasir laut menutupnya. Perahu kecil masih bisa, tetapi ukuran sedang dan besar sudah tidak bisa keluar dari dermaga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dedi, salah seorang warga pesisir Desa Cabang Barat. Ia mengatakan hampir tidak ada nelayan yang berani melaut karena angin kencang terjadi hampir sepanjang hari.

Menurut Dedi, kapal nelayan yang masih terlihat berada di tengah laut merupakan kapal berukuran besar dari luar Sukamara.

“Angin kencang hampir sepanjang hari. Kapal yang berlabuh di tengah itu cuma nelayan dari luar,” katanya.

Sementara itu, nelayan lainnya, Usman, mengatakan nelayan memilih tidak melaut ketika kondisi cuaca kurang baik. Jika tetap berangkat, nelayan hanya melaut pada waktu tertentu dalam durasi singkat dengan tetap memperhatikan perubahan cuaca.

“Nelayan tetap waspada dan melihat situasi cuaca. Nelayan sudah memahami bagaimana kondisi cuaca di laut,” ujar Usman. (fzr/yit)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
nelayan sukamara