Warga Desa Jihing Gelar Ritual Menuba Adat

Fauziannur • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:58 WIB
Bupati Sukamara Masduki mengikuti ritual tuba adat di Desa Jihing belum lama ini. (Fauziannur/Radar Sampit)
Bupati Sukamara Masduki mengikuti ritual tuba adat di Desa Jihing belum lama ini. (Fauziannur/Radar Sampit)

  

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Warga Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, menggelar ritual menuba adat sebagai upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya serta kearifan lokal masyarakat Dayak. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sukamara Masduki.

Masduki mengatakan, ritual menuba adat bukan sekadar kegiatan adat, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan ini bukan sekadar sebuah ritual adat, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun,” kata Masduki.

Menurutnya, tradisi tersebut mengandung sejumlah nilai luhur, antara lain rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan terhadap alam, kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sukamara, lanjut Masduki, memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para tokoh adat serta masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur untuk diwariskan kepada generasi muda.

“Pemerintah Kabupaten Sukamara memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tokoh adat dan seluruh masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur kepada generasi muda,” ujarnya.

Masduki berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut belajar, memahami, dan meneruskan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

“Mari kita jaga persatuan dan kerukunan serta membangun Sukamara dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap adat serta kearifan lokal,” pungkasnya. (fzr/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Ritual menuba budaya sukamara