Kemarau, Sebagian Sawah di Sukamara Alami Kekeringan

Fauziannur • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:37 WIB
Ilustrasi petani di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara mengalami kekeringan sehingga harus membuat sumur bor sebagai sumber air untuk mengairi sawah. (gemini) 
Ilustrasi petani di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara mengalami kekeringan sehingga harus membuat sumur bor sebagai sumber air untuk mengairi sawah. (gemini) 

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau menyebabkan sebagian lahan persawahan di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara mengalami kekeringan akibat berkurangnya sumber air. Kondisi tersebut memaksa sebagian petani membuat sumur bor sebagai sumber air untuk mengairi sawah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara Dwi Harsini mengatakan, kekeringan terutama berdampak pada tanaman padi yang terlambat ditanam. Sementara itu, tanaman yang lebih dahulu ditanam masih mampu bertahan.

"Yang terdampak kekeringan adalah tanaman yang telat tanam, seperti di wilayah Sungai Pasir dan Pulau Nibung," kata Dwi Harsini.

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada lahan pertanian di Kabupaten Sukamara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun wilayah tersebut sudah lama tidak diguyur hujan.

"Kalau untuk lahan yang terbakar akibat karhutla tidak ada," ujarnya.

Untuk mengatasi kekeringan, sebagian petani di wilayah Sungai Pasir dan Pulau Nibung membuat sumur bor sebagai cadangan air guna mengairi sawah yang mengalami kekeringan. (fzr/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
sawah pertanian kekeringan sukamara