Air Laut Mulai Mengintrusi Sungai Jelai

Fauziannur • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 12:05 WIB
Pemukiman warga Desa Pulau Nibung yang sudah terkena intrusi air laut. (FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT)
Pemukiman warga Desa Pulau Nibung yang sudah terkena intrusi air laut. (FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT)

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Kemarau yang terjadi saat ini menyebabkan debit air Sungai Jelai menurun drastis. Kondisi tersebut memicu masuknya air laut ke aliran sungai saat terjadi pasang, sehingga air sungai berubah menjadi asin.

Intrusi air laut kini telah mencapai wilayah Desa Pulau Nibung. Warga khawatir jika kemarau berlanjut, air payau hingga air asin akan menjangkau wilayah yang lebih jauh seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.

“Sekarang air asin sudah sampai wilayah Desa Pulau Nibung. Mungkin jika kemarau terus terjadi, air payau atau asin bisa lebih jauh lagi seperti beberapa tahun silam,” ujar Ani, warga setempat.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga Desa Pulau Nibung terpaksa membeli air dari penjual di desa tersebut. Air bersih dijual seharga Rp5.000 per jerigen. Sementara itu, untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga menunggu waktu air surut agar kadar asin pada air sungai berkurang.

Warga berharap hujan segera turun agar kondisi air Sungai Jelai kembali normal.

Di wilayah lain, kemarau juga menyebabkan debit air di hulu Sungai Jelai menurun drastis. Akibatnya, jalur hulu sungai tersebut tidak dapat dilalui speedboat. (fzr/yit)

 

 

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
intrusi air laut sungai jelai sukamara