SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com — Bupati Sukamara Masduki mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring kondisi lahan di wilayah Kabupaten Sukamara yang mulai mengering akibat berkurangnya curah hujan.
Masduki meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, serta aktivitas sosial.
“Kapada seluruh elemen masyarakat, mari bersama-sama untuk ikut menjaga lingkungan guna mencegah Karhutla yang akan berdampak buruk bagi kesehatan maupun perekonomian,” ujar Masduki.
Ia menjelaskan, dalam beberapa pekan terakhir wilayah Kabupaten Sukamara mulai mengalami cuaca panas dengan intensitas hujan yang menurun. Kondisi tersebut menjadi tanda masuknya musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial,” tegasnya.
Masduki berharap masyarakat berperan aktif dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani lebih awal.
Pemerintah Kabupaten Sukamara akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan aparat di lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno