SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukamara masih mengalami keterbatasan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Saat ini, TRC BPBD Sukamara hanya memiliki 15 personel yang tergabung dalam satu tim.
Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Sukamara, Anderson, mengatakan jumlah personel tersebut belum ideal untuk menangani kejadian Karhutla, terutama saat kebakaran terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan.
“Memang untuk personel TRC BPBD Sukamara masih kurang, jumlahnya hanya ada satu tim, yakni sebanyak 15 orang,” kata Anderson.
Ia menjelaskan, keterbatasan personel membuat penanganan Karhutla belum dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi tersebut semakin menjadi kendala saat musim kemarau karena potensi kebakaran meningkat dan dapat terjadi di sejumlah titik berbeda.
Anderson mencontohkan, ketika terjadi Karhutla di Kecamatan Sukamara dan Sungai Damar dalam waktu bersamaan, pihaknya hanya dapat memfokuskan penanganan di satu lokasi karena keterbatasan jumlah personel.
“Seperti pernah terjadi ada dua lokasi Karhutla, yakni di Kecamatan Sukamara dan Sungai Damar. Dengan jumlah personel yang ada, kami hanya bisa menangani satu lokasi di Kecamatan Sukamara karena satu tim TRC fokus di lokasi tersebut,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi keterbatasan tersebut, BPBD Sukamara mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah masing-masing.
Anderson menegaskan, pihaknya memprioritaskan pemadaman Karhutla yang berada dekat dengan permukiman warga. Apabila satu lokasi telah berhasil ditangani, personel TRC akan kembali diarahkan ke lokasi lain jika terdapat kebakaran di beberapa titik. (fzr/yit)
Editor : Heru Prayitno