Debit Sungai Jelai Surut, Warga Ramai Memancing Ikan  

Fauziannur • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:16 WIB
Warga sedang memancing di tengah Sungai Jelai menggunakan perahu kecil. (FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT) 
Warga sedang memancing di tengah Sungai Jelai menggunakan perahu kecil. (FAUZIANNUR/RADAR SAMPIT) 

 

SUKAMARA, radarsampit.jawapos.com — Debit air Sungai Jelai di Kabupaten Sukamara mulai surut dalam beberapa pekan terakhir akibat cuaca panas. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk memancing berbagai jenis ikan air tawar yang mulai banyak ditemukan di sungai.

Sungai Jelai memiliki panjang sekitar 200 kilometer dan lebar sekitar 100 meter. Sungai ini tidak hanya menjadi jalur transportasi utama masyarakat, tetapi juga menjadi batas wilayah antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Aktivitas transportasi sungai dari kedua wilayah serta kegiatan nelayan dari Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berlangsung di sungai tersebut. Warga dari kedua daerah memanfaatkan Sungai Jelai untuk mencari ikan.

Minimnya permukiman di sepanjang bantaran sungai membuat kondisi Sungai Jelai masih relatif alami. Sungai tersebut menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar, seperti udang sungai, kelabau, lais, baung, batutu, gabus, sepat, saluang, dan jenis ikan lainnya.

Saat debit air surut, warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk memancing. Aktivitas memancing dilakukan menggunakan perahu maupun dari lanting-lanting warga di sekitar sungai.

“Sekarang musim ikan lais dan banyak warga yang memancing dari sore hingga malam hari. Hasilnya cukup banyak. Pemancing udang juga sudah mulai ramai,” ujar Maruf, warga setempat.

Menurut Andre, salah seorang pemancing, saat debit air sungai tinggi, ikan biasanya masuk ke kawasan rawa untuk berkembang biak. Ketika air mulai surut, ikan kembali berkumpul di sungai utama maupun anak sungai sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memancing. (fzr/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
sungai jelai surut sukamara