SUKAMARA, Radarsampit.jawapos.com – Meski akses jalan darat ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sukamara kini semakin terbuka, jalur sungai masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat untuk aktivitas transportasi dan pengangkutan barang.
Warga Sukamara, Sanusi, mengatakan bahwa keberadaan jalan darat yang telah menghubungkan beberapa kecamatan tidak serta-merta membuat masyarakat meninggalkan transportasi sungai.
“Memang jalan ke Jelai sudah tembus, tetapi sebagian warga masih memilih jalur sungai untuk mengangkut barang dan lainnya menggunakan kelotok maupun speedboat,” ujarnya.
Baca Juga: Subandi S Musan Tutup Usia, Kalteng kembali kehilangan Pendulang Medali Emas Cabor Dayung
Sejak dibukanya akses transportasi darat menuju sejumlah kecamatan dan desa, termasuk Kecamatan Kuala Jelai, mobilitas masyarakat memang semakin mudah. Banyak warga kini memanfaatkan jalur darat karena dinilai lebih praktis dan cepat.
Namun demikian, angkutan sungai menggunakan speedboat maupun kelotok masih tetap bertahan dan digunakan, terutama untuk distribusi barang serta perjalanan ke sejumlah wilayah yang masih mengandalkan akses perairan, seperti kawasan Sarang dan sekitarnya.
Untuk mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi sungai, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukamara telah memasang sejumlah rambu sungai di jalur pelayaran.
Baca Juga: 41 ASN Seruyan Rebut 9 Jabatan Strategis
Keberadaan rambu tersebut diharapkan dapat membantu para nakhoda dalam bernavigasi, terutama saat malam hari atau ketika kondisi cuaca kurang mendukung.
Dengan adanya fasilitas penunjang tersebut, transportasi sungai di Sukamara diharapkan tetap aman dan menjadi alternatif yang efektif bagi masyarakat yang masih bergantung pada jalur perairan. (fzr/fm)
Editor : Farid Mahliyannor