Api Mengancam TNTP, TNI dan Pemkab Seruyan Perkuat Pemadaman

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:10 WIB

 

TERJUN LANGSUNG: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko meninjau titik api Karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Desa Sungai Perlu, Kamis (15/10/2026) tadi. FOTO: PROTOKOL SERUYAN/RADAR SAMPIT
TERJUN LANGSUNG: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Wimoko meninjau titik api Karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Desa Sungai Perlu, Kamis (15/10/2026) tadi. FOTO: PROTOKOL SERUYAN/RADAR SAMPIT

 

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, kian diperkuat.

Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko bersama Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dan Dandim 1015/Sampit meninjau langsung titik api pada Kamis (15/10/2026) tadi.

Langkah pengerahan personel dan logistik ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Presiden RI agar penyelamatan kawasan konservasi diprioritaskan.

Selain itu, percepatan pemadaman dilakukan guna mencegah sebaran kabut asap mengganggu penerbangan di Bandara Pangkalan Bun dan aktivitas warga sekitar.

Baca Juga: Jalan Rusak hingga Fasilitas Kesehatan, Desa di Kalteng Butuh Perhatian

"Setelah peninjauan ini, personel, materiil, dan logistik akan segera dikerahkan ke lokasi untuk meminimalisir dampak karhutla," tegas Brigjen TNI Wimoko di sela peninjauan lapangan.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh operasi pemadaman dengan mengerahkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta peralatan pendukung. Pihaknya bersama TNI langsung menyusun rencana aksi mitigasi di lapangan.

"Kami turun ke lapangan bersama TNI. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, kita akan menyusun rencana aksi untuk memitigasi berbagai kemungkinan sekaligus melakukan upaya pemadaman terhadap api yang masih menyala," ujar Ahmad.

Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemiskinan di Indonesia Diklaim Turun Jadi 8,07 persen

Ia menegaskan, hampir separuh wilayah TNTP masuk kawasan administratif Seruyan sehingga perlindungan terhadap ekosistem ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Pemkab Seruyan kini juga menyiapkan pemetaan zona rawan karhutla di area persawahan, perkebunan, hingga perkotaan selama musim kemarau.

"Kita harus lebih tanggap dan lebih cepat dalam mengantisipasi kejadian seperti ini melalui sinergi bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan seluruh pihak terkait," imbuhnya.

Baca Juga: Gumas Perpanjang Darurat Karhutla, Usulkan 100 Sumur Bor dan 12 Armada Damkar

Ahmad mengingatkan TNTP adalah aset konservasi bertaraf internasional yang wajib diselamatkan dari ancaman kebakaran berkelanjutan.

"Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kebanggaan Indonesia yang juga menjadi bagian dari kekayaan alam dunia. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya," pungkas Ahmad. (rdw/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
tni seruyan tntp kabut asap karhutla