KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengevaluasi kebutuhan pembentukan posko khusus di wilayah rawan kebakaran.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyampaikan hal tersebut usai mengikuti konferensi video bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Seruyan, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Cegah Persoalan Hukum dalam Pembangunan, Pemkab Gumas dan Kejari Perkuat Kerja Sama
Ahmad mengatakan, Pangdam mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada dan maksimal menangani karhutla selama musim kemarau.
Koordinasi lintas sektor juga harus diperkuat karena potensi kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Seruyan.
“Beliau mengingatkan kita agar tidak patah semangat dan tetap maksimal dalam penanganan karhutla. Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat karena potensi kebakaran masih terjadi, termasuk di Kabupaten Seruyan,” katanya.
Baca Juga: Ketua DPRD Kalteng Tegaskan Pokir Harus Berpihak ke Masyarakat, Bukan untuk Kepentingan Pribadi
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Kesiapan personel, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pencegahan di tingkat masyarakat harus berjalan beriringan.
Pemkab Seruyan juga melakukan pemetaan wilayah rawan dan inventarisasi pemilik lahan untuk mendukung pencegahan serta mempermudah koordinasi apabila terjadi kebakaran.
Kesiapsiagaan di lapangan diperkuat melalui koordinasi dengan camat, kepala desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP.
Baca Juga: Jangan Hanya Datang Meninjau!, DPRD Kalteng Minta Menhut Bawa Solusi dan Bantuan Karhutla
“Menindaklanjuti arahan Pangdam, kami juga akan mengevaluasi kebutuhan pembentukan posko khusus di wilayah yang dinilai rawan karhutla,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Seruyan akan berkoordinasi dengan Danrem terkait sejumlah program TNI yang berpotensi dilaksanakan di wilayah tersebut.
“Upaya menekan risiko Karhutla membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak, terutama untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau,” tegasnya. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor