KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Setelah hampir empat bulan terbebas dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kuala Pembuang kembali diselimuti asap tebal pada Senin (12/10) pagi. Kondisi tersebut mengganggu jarak pandang pengguna jalan serta menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan warga.
Berdasarkan pantauan Radar Sampit, asap mulai terlihat sekitar pukul 06.30 WIB. Langit yang biasanya cerah berubah menjadi kuning keabu-abuan, sementara jarak pandang di sejumlah ruas jalan berkurang.
Muhammad Dandi, warga Sungai Mitak, Kuala Pembuang, mengaku terganggu oleh kabut asap saat berangkat bekerja. Pekatnya asap membuat pandangannya di jalan terbatas hingga nyaris memicu kecelakaan.
“Saya melihat asap sudah cukup tebal sekitar pukul 06.30 WIB, saat hendak berangkat kerja. Pandangan di jalan jadi terbatas, bahkan saya hampir mengalami kecelakaan,” ujarnya.
Menurut Dandi, kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas berkendara, tetapi juga menyebabkan mata perih dan mengganggu pernapasan.
“Kondisi ini membuat kami khawatir terhadap dampak karhutla yang sebelumnya sempat tidak dirasakan selama berbulan-bulan,” katanya.
Namun, kabut asap tersebut tidak berlangsung lama. Menjelang pukul 10.00 WIB, langit Kuala Pembuang kembali cerah dan asap berangsur menghilang.
Meski hanya berlangsung beberapa jam, kemunculan kabut asap tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai, terutama karena dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan dan kesehatan masyarakat. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno