Koperasi Belum Gelar RAT Jadi Sorotan Bupati Seruyan

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:46 WIB
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyampaikan arahan saat pelatihan peningkatan kapasitas SDM koperasi. (Rifani/Radar Sampit)
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyampaikan arahan saat pelatihan peningkatan kapasitas SDM koperasi. (Rifani/Radar Sampit)   

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Banyaknya koperasi di Kabupaten Seruyan belum menjamin seluruhnya aktif. Salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah belum dilaksanakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, sejumlah koperasi telah menggelar RAT, tetapi belum melaporkan hasilnya. Kondisi tersebut menjadi indikator masih adanya koperasi yang perlu dibenahi, terutama dari sisi tata kelola dan administrasi.

“Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa masih ada koperasi yang perlu dibenahi, terutama dari sisi tata kelola dan administrasi,” tegasnya, Kamis (8/10).

Menurutnya, RAT bukan sekadar agenda tahunan. Forum tersebut merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban pengurus kepada anggota sekaligus untuk mengetahui perkembangan koperasi, termasuk pengelolaan usaha dan keuangan.

Persoalan tata kelola koperasi menjadi perhatian dalam pelatihan peningkatan kapasitas SDM koperasi yang digelar selama empat hari di Kabupaten Seruyan. Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta, terdiri atas 50 pengurus dan 50 pengawas koperasi.

Peserta berasal dari berbagai jenis koperasi, mulai koperasi plasma, koperasi simpan pinjam, koperasi lainnya, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Untuk KDMP, saat ini terdapat 100 koperasi yang tersebar di 97 desa dan tiga kelurahan di Seruyan. Jumlah tersebut membutuhkan pengelolaan serius agar keberadaan koperasi tidak berhenti pada pembentukan dan kelengkapan administrasi semata.

Pelatihan tersebut melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Lapenkop Dekopin Wilayah Kalimantan Tengah, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Seruyan Adhian Noor mengatakan, profesionalisme pengelola menjadi salah satu kunci agar koperasi dapat berkembang.

“Koperasi akan mampu mewujudkan tujuannya apabila dikelola secara baik dan benar. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika koperasi dikelola secara profesional,” ujarnya.

Menurutnya, materi yang diberikan selama pelatihan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan bagi peserta, tetapi juga diterapkan dalam pengelolaan koperasi masing-masing.

“Koperasi harus benar-benar bergerak, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat,” tutupnya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
koperasi seruyan