358 Koperasi Seruyan Disentil Bupati. Jangan Cuma Papan Nama!

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 21:15 WIB
PELATIHAN: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi bagi pengurus dan pengawas koperasi di Aula Bapperida Seruyan, Rabu (7/10/2026). FOTO: PROTOKOL SERUYAN/RADAR SAMPIT
PELATIHAN: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi bagi pengurus dan pengawas koperasi di Aula Bapperida Seruyan, Rabu (7/10/2026). FOTO: PROTOKOL SERUYAN/RADAR SAMPIT

 

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 358 koperasi tercatat di Kabupaten Seruyan. Namun, tidak seluruhnya aktif menjalankan kegiatan usaha. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meminta koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar aktif, memiliki tata kelola yang baik, dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

“Jangan sampai hanya menjadi koperasi papan nama, ada namanya tetapi koperasinya tidak berjalan,” tegas Ahmad saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi di Aula Bapperida Seruyan, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Sengketa 1.183 Hektare Lahan Antara PT BMB dan Warga, Bupati Gumas Turun Langsung ke Lokasi

Menurutnya, pengurus, pengawas, dan anggota harus memahami tugas serta tanggung jawab masing-masing. Pengelolaan administrasi, kelembagaan, keuangan hingga pengembangan usaha juga harus dilakukan secara profesional.

Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas dinilai penting. Pemahaman yang baik diharapkan mampu membuat koperasi menjalankan organisasi sekaligus mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Tujuan kegiatan ini agar semua koperasi, oleh pengurus dan pengawasnya melalui pembinaan pemerintah, dapat berfungsi dan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: Rumah Perwira TNI AD Diduga Jadi Markas Judol, 11 Operator Diamankan

Ahmad mengatakan koperasi memiliki peluang besar menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Koperasi yang sudah sehat dan memiliki prospek usaha didorong meningkatkan skala bisnis, termasuk memanfaatkan akses pembiayaan perbankan sesuai ketentuan.

Menurutnya, pengelolaan usaha harus ditopang tata kelola dan sumber daya manusia yang mumpuni. Dengan demikian, koperasi tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Kalau dikelola dengan baik, pemerintah konsisten melakukan pembinaan, tata kelolanya baik dan bisnisnya juga dikelola dengan baik, maka koperasi di Kabupaten Seruyan sangat mungkin berkembang dan memberikan SHU yang baik bagi anggotanya,” pungkasnya. (rdw/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
sebagian tidak aktif kena sentil bupati koperasi seruyan ekonomi