Satgas Gabungan 4,5 Jam Jinakkan Api di Jalan Trans-Telaga Pulang

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:48 WIB
KARHUTLA: Tim gabungan berjibaku selama sekitar 4,5 jam untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Trans-Telaga Pulang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Selasa (6/10). (Rifani/Radar Sampit)
KARHUTLA: Tim gabungan berjibaku selama sekitar 4,5 jam untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Trans-Telaga Pulang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Selasa (6/10). (Rifani/Radar Sampit)

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Tim gabungan harus berjibaku selama sekitar 4,5 jam untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Trans-Telaga Pulang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Selasa (6/10).

Kebakaran yang membakar lahan sekitar satu hektare tersebut diketahui setelah informasi diterima personel Posko Lapangan Penanganan Karhutla Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang sedang melaksanakan piket.

Kapolsek Seruyan Hilir Ipda Eko Andrianto mengatakan, setelah menerima laporan, empat personel gabungan langsung menuju lokasi. Mereka terdiri atas satu personel Polri, satu personel TNI, satu anggota kecamatan, dan satu anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemadaman. Satu unit mesin pompa air dikerahkan untuk menyuplai air, dibantu lima selang pemadam serta satu unit mobil Triton,” katanya.

Eko mengatakan, kondisi lahan yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu. Petugas juga menyisir area terdampak untuk memastikan api tidak kembali menjalar.

“Dari sekitar pukul 08.30 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB, api berhasil dikendalikan pada lahan seluas kurang lebih satu hektare,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur terkait dan mengoptimalkan peralatan yang tersedia di lapangan.

Lokasi kebakaran diketahui cukup jauh dari permukiman penduduk. Setelah pemadaman selesai, kondisi sekitar lokasi dinyatakan aman dan kondusif.

Meski api telah dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di lahan yang sebelumnya terbakar. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
seruyan karhutla