KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap yang semakin tebal mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah hulu Kabupaten Seruyan. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian DPRD Seruyan, terutama terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan sejumlah rekannya di daerah pemilihan (dapil) II terkait kondisi udara yang mulai mengganggu kenyamanan.
“Kemarin saya juga mendapat laporan dari teman-teman di dapil II berkaitan dengan kondisi udara di wilayah itu. Sudah kami sampaikan kepada Pak Sekda agar kondisi tersebut menjadi pertimbangan,” kata Zuli Eko, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Sekolah di Kalteng Diusulkan Direvitalisasi, DPRD Minta Data Segera Dilengkapi
Menurutnya, kondisi udara yang memburuk akibat asap karhutla perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, DPRD menyerahkan kajian teknis terkait kegiatan sekolah kepada Dinas Pendidikan.
“Kita minta nanti dikaji Dinas Pendidikan seperti apa kondisi udara yang kurang baik di wilayah hulu Kabupaten Seruyan,” ujarnya.
Zuli menilai, asap karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membuat lingkungan menjadi tidak nyaman. Menurutnya, penanganan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama.
Baca Juga: 26 Ustadz dan Ustadzah di Seruyan Ikuti Pembinaan, Kompetensi Pengajar Al-Qur’an Ditingkatkan
“Kalau udara tidak normal tentu tidak nyaman. Sekarang ini tidak nyaman karena asap. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menghilangkan ketidaknyamanan tersebut,” tegasnya.
Selain penanganan karhutla, Zuli mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya dengan membiasakan gerakan menanam dan merawat pohon.
Baca Juga: Jaga Stamina di Tengah Kabut Asap, Polisi Kotim Bagikan Masker dan Vitamin
Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini sehingga upaya menjaga alam tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi.
“Jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Kami juga menyarankan generasi muda untuk mencintai alam, salah satunya dengan suka menanam pohon,” pungkasnya. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor