26 Ustadz dan Ustadzah di Seruyan Ikuti Pembinaan, Kompetensi Pengajar Al-Qur’an Ditingkatkan

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 20:40 WIB

 

FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Seruyan H. Supian berfoto bersama jajaran pengurus BKPRMI-LPPTKA dan peserta pembinaan ustadz/ustadzah TKA/TP Al-Qur’an di Kuala Pembuang, Jumat (25/9/2026) malam. FOTO: PROTOKOL/RADAR SAMPIT
FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Seruyan H. Supian berfoto bersama jajaran pengurus BKPRMI-LPPTKA dan peserta pembinaan ustadz/ustadzah TKA/TP Al-Qur’an di Kuala Pembuang, Jumat (25/9/2026) malam. FOTO: PROTOKOL/RADAR SAMPIT

 

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 26 ustadz dan ustadzah mengikuti Pembinaan Ustadz/Ustadzah TKA/TP Al-Qur’an yang digelar BKPRMI-LPPTKA Kabupaten Seruyan selama tiga hari. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Musyawarah Daerah (Musda) II dan dibuka Wakil Bupati Seruyan H. Supian, Jumat (25/9/2026) malam.

Pembinaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pengajar Al-Qur’an dalam mendidik generasi muda. Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Seruyan.

Wakil Bupati Seruyan H. Supian mengatakan, peningkatan kualitas pengajar Al-Qur’an penting untuk memperkuat pendidikan keagamaan sejak usia dini. Menurutnya, BKPRMI memiliki peran strategis dalam membina umat sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Baca Juga: Jaga Stamina di Tengah Kabut Asap, Polisi Kotim Bagikan Masker dan Vitamin

“BKPRMI merupakan sebuah wadah untuk membina umat dan mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Seruyan, terutama generasi muda kita. Kita berusaha bagaimana membentengi pemuda-pemuda kita agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif,” ujar Supian.

Ia menilai keberadaan TKA dan TPA Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan generasi sejak dini. Karena itu, para ustadz dan ustadzah diharapkan serius mengikuti pembinaan dan menerapkan ilmu yang diperoleh di tempat masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan adanya pembinaan ini, TKA dan TPA Al-Qur’an yang dikelola bapak dan ibu sekalian bisa semakin baik dan semakin maju,” harapnya.

Baca Juga: SMAN 1 Cempaga Terbakar, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Kembali Tahun Ini

Supian berharap Musda tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan dan penyusunan program kerja. Program yang belum terlaksana maupun berbagai kendala yang dihadapi perlu dievaluasi agar pelaksanaan kegiatan berikutnya lebih baik.

“Program yang belum terlaksana dan kendala yang dihadapi perlu dikaji dan dipelajari, sehingga pada tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” pesannya.

Baca Juga: Bupati Kotim Apresiasi Perjuangan Satgas Karhutla, Keselamatan Jadi Perhatian Utama

Perwakilan DPW BKPRMI Kalteng H. Abdul Majid mengatakan, materi yang diperoleh selama pembinaan diharapkan tidak berhenti pada peserta. Pengetahuan tersebut perlu dikembangkan dan dibagikan kepada pengajar lainnya di daerah masing-masing.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Seruyan Basas menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga pengajar Al-Qur’an. Selain pembinaan, Musda II menjadi momentum untuk mengevaluasi program organisasi serta menyusun langkah ke depan. (rdw/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
ustadzah Pembinaan seruyan ustadz kompetensi