KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Masyarakat pengguna transportasi air di wilayah Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu, masih kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Kendalanya, pembelian BBM di SPBU harus menggunakan barcode, sementara sebagian warga pengguna kelotok tidak memiliki barcode tersebut.
Persoalan itu disampaikan warga kepada Anggota DPRD Seruyan Daerah Pemilihan (Dapil) III, Citra Yudha, saat melaksanakan reses, Minggu (27/9/2027).
Warga mempertanyakan akses BBM subsidi bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan darat, tetapi bergantung pada transportasi air.
Baca Juga: Program Prioritas APBD 2027 Diminta Jalan Tepat Waktu, DPRD Kalteng Siap Awasi
Citra mengatakan, persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan Dinas Perhubungan Seruyan. Pemerintah tengah mengupayakan solusi, termasuk kemungkinan pemberian rekomendasi bagi masyarakat pengguna transportasi air yang memenuhi persyaratan administrasi.
“Memang di hulu masih banyak masyarakat yang menggunakan transportasi air, seperti kelotok. BBM yang digunakan adalah solar. Sementara untuk membeli BBM subsidi di SPBU harus menggunakan barcode,” kata Citra.
Menurutnya, mekanisme pembelian tersebut perlu dicarikan solusi agar subsidi tetap dapat diakses masyarakat yang memang berhak menerimanya.
Pendataan dan pengumpulan persyaratan akan dikoordinasikan Camat Seruyan Hulu bersama pemerintah desa. Tahap awal, pendataan kemungkinan dilakukan untuk masyarakat Tumbang Manjul dan wilayah sekitarnya.
Baca Juga: Kepergok Bakar Lahan, Kakek 61 Tahun di Katingan Terancam 9 Tahun Penjara
“Informasi dari Pak Camat, dalam bulan ini akan dikumpulkan berkas-berkasnya. Tahap awal kemungkinan untuk masyarakat Tumbang Manjul dan sekitarnya,” ujarnya.
Citra menegaskan, persoalan tersebut bukan berkaitan dengan pelayanan SPBU. Kendalanya terletak pada persyaratan pembelian BBM subsidi yang mewajibkan penggunaan barcode.
“SPBU sebenarnya tidak ada masalah. Hanya prosedurnya yang mengharuskan menggunakan barcode. Sedangkan masyarakat pengguna transportasi air tidak memiliki barcode,” pungkasnya. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor