Cegah Stunting Tak Menunggu Anak Lahir, Dinkes Seruyan Sasar Remaja hingga Ibu Balita

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB
Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan menggelar gerakan pencegahan stunting sekaligus Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Kecamatan Suling Tambun, Sabtu (26/9). (Rifani/Radar Sampit)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan menggelar gerakan pencegahan stunting sekaligus Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Kecamatan Suling Tambun, Sabtu (26/9). (Rifani/Radar Sampit)

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Upaya mencegah stunting di Kabupaten Seruyan mulai diperkuat dari hulu.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan menggelar gerakan pencegahan stunting sekaligus Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Kecamatan Suling Tambun, Sabtu (26/9).

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat, terutama ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Dinkes Seruyan juga menghadirkan dua dokter residen spesialis untuk memberikan pemeriksaan sekaligus edukasi kesehatan ibu dan anak.

Kepala Dinkes Seruyan Riza Syahputra mengatakan, dua dokter tersebut yakni dokter residen spesialis kandungan dr. M. Naufal Risyad dan dokter residen spesialis anak dr. Tri Wira.

“Dinkes Seruyan menghadirkan 2 dokter residen spesialis untuk memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan,” katanya.

Keduanya memberikan pemeriksaan serta edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak, termasuk upaya mencegah dan mendeteksi stunting sejak dini.

Selain itu, Dinkes menurunkan tim UPTD Puskesmas Tumbang Langkai untuk melaksanakan CKG bagi masyarakat.

“Selain itu, kami menurunkan tim UPTD Puskesmas Tumbang Langkai untuk melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan gratis tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kecamatan Suling Tambun.

Riza menegaskan, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan ketika seorang perempuan sudah hamil atau setelah anak lahir. Intervensi perlu dimulai sejak masa remaja, terutama pada remaja putri.

“Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui berbagai upaya sejak usia remaja,” jelasnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pencegahan anemia akibat kekurangan zat besi pada remaja putri. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko melahirkan anak dengan masalah pertumbuhan.

Karena itu, edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

“Melalui GERMAS, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini,” tuturnya.

Camat Suling Tambun Hengki Bramoli mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran dokter residen spesialis memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayahnya, khususnya ibu hamil dan ibu balita.

“Masyarakat sangat terbantu. Ibu hamil dan ibu balita bisa mendapatkan edukasi dan pelayanan kesehatan secara langsung,” tandasnya. (rdw)

Editor : Slamet Harmoko
Ibu Balita remaja seruyan cegah stunting Stunting