KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda enam desa di wilayah hukum Polsek Seruyan Hilir dan Polsek Seruyan Hilir Timur, Sabtu (26/9).
Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik.
Kapolsek Seruyan Hilir Ipda Eko Andrianto mengatakan, berdasarkan hasil penanganan di lapangan, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 12,5 hektare.
“Luasan tersebut tersebar di Desa Jahitan sekitar 3 hektare, Muara Dua 2,5 hektare, Pematang Limau 3 hektare, Sungai Perlu 2 hektare, serta Tanjung Rangas dan Bangun Harja masing-masing sekitar 2 hektare,” jelasnya.
Eko mengatakan, pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengerahkan personel dan sarana pemadaman yang tersedia di masing-masing lokasi.
“Personel gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan di titik-titik yang ditemukan. Selain memadamkan api, penyiraman juga dilakukan pada area sekitar untuk mengurangi potensi api kembali muncul dan meluas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi lahan yang berbeda-beda membuat metode penanganan harus disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Petugas tidak hanya berkonsentrasi pada titik api, tetapi juga membasahi area di sekitarnya untuk menghambat potensi penjalaran api.
Eko menegaskan penanganan karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
“Usai pemadaman, pemantauan tetap dilakukan di lokasi yang telah ditangani. Ini untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya,” tegasnya.
Ia mengingatkan, proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama pada kondisi lahan yang kering. Dengan pemantauan berkelanjutan, potensi api kembali berkobar dapat ditekan. (rdw)
Editor : Slamet Harmoko