KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Kemarau panjang membuat sumber air warga di sejumlah wilayah Seruyan mulai mengering. Kondisi ini tak hanya menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Di tengah kondisi tersebut, perusahaan yang beroperasi di wilayah Seruyan diminta ikut membantu menyediakan sumber air maupun armada tangki untuk mendukung penanganan di lapangan.
Anggota DPRD Seruyan Dapil II Sukran Ma’mun mengatakan, debit air sumur warga terus menurun. Bahkan, sumur galian biasa mulai sulit menghasilkan air.
Baca Juga: Target PAD Kalteng Tembus Rp2,97 Triliun, Dewan Pertanyakan Strategi Merealisasikannya
Kondisi tersebut membuat petugas dan masyarakat harus mencari sumber air alternatif. Salah satunya memanfaatkan waduk milik perusahaan yang lokasinya lebih dekat dengan titik kejadian.
“Kalau sungainya dekat, kita ambil dari sungai. Tapi kalau jauh, kita koordinasi dengan perusahaan terdekat. Beberapa perusahaan juga membantu menyediakan tangki,” kata Sukran, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, dukungan perusahaan besar swasta (PBS) cukup membantu mengingat kapasitas kendaraan pemadam milik pemerintah terbatas. Ketersediaan sumber air yang lebih dekat juga dapat mempercepat pengisian kendaraan dan pendistribusian air ke lokasi yang membutuhkan.
Baca Juga: Sampah Disulap jadi Energi, Teknologi WTE Mulai Dilirik Indonesia
Sukran berharap dukungan tersebut tidak hanya datang dari perusahaan tertentu. Seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Seruyan diharapkan ikut mengambil peran dalam menghadapi kondisi darurat akibat kemarau dan karhutla.
“Harapan kita jangan hanya perusahaan tertentu. Semua perusahaan bisa ikut berpartisipasi,” tegasnya. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor