Lahan Sawah Tetap Produktif Saat Kemarau, Petani Seruyan Pilih Tanam Semangka dan Mentimun

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 21:10 WIB
INOVASI PETANI: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meninjau lahan pertanian masyarakat, Rabu (16/9/2026) sore. FOTO: PROTOKOL SERUYAN/RADAR SAMPIT
INOVASI PETANI: Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda meninjau lahan pertanian masyarakat, Rabu (16/9/2026) sore. FOTO: PROTOKOL SERUYAN/RADAR SAMPIT

 

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Lahan sawah di Kabupaten Seruyan tak dibiarkan menganggur saat musim kemarau. Di sela masa jeda tanam padi, petani memanfaatkannya untuk membudidayakan semangka dan mentimun guna menambah produktivitas sekaligus pendapatan.

Potensi tersebut dilihat langsung Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat mengunjungi lahan pertanian masyarakat, Rabu (16/9/2026). Ia melihat sejumlah jenis semangka dan mentimun yang dikembangkan petani.

Ahmad mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, pemanfaatan lahan pada musim kemarau dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa mengganggu fungsi utama lahan sebagai sawah.

Baca Juga: Bupati Gumas Ingatkan Aparatur RSUD Kuala Kurun, Persoalan Kecil Jangan Dibiarkan hingga Jadi Besar

“Lahan yang sebenarnya pada musim tanam padi merupakan lahan sawah, ternyata pada musim kemarau juga bisa dimanfaatkan menjadi lebih produktif. Hari ini kita melihat tanaman semangka yang hasilnya sangat menggembirakan dan cukup menjanjikan,” katanya.

Ia meminta Dinas Pertanian memberikan pendampingan lebih aktif, mulai dari pemilihan komoditas, bibit, pupuk, penyuluhan hingga dukungan infrastruktur.

Petani sekaligus Ketua Kelompok Tani setempat, Rukamto, mengatakan diversifikasi tanaman memberi peluang bagi petani memperoleh hasil tambahan selama masa jeda tanam. Semangka dapat dipanen sekitar 60 hari, sedangkan mentimun mulai dipanen sekitar 28 hari.

Baca Juga: DPRD Kalteng Minta APBD 2027 Fokus pada Infrastruktur dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

“Petani itu tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Di sela musim tanam padi seperti sekarang sebenarnya lahannya bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan hortikultura juga berpotensi memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Namun, petani tetap membutuhkan dukungan pemerintah berupa bibit unggul, penyuluhan, pemupukan, infrastruktur, hingga keamanan hasil pertanian.

Ahmad menegaskan pengembangan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dan menyesuaikan kebutuhan petani.

Baca Juga: Piton 3 Meter Melingkar di Atas Pagar, Sempat Melilit Ayam hingga Bersembunyi di Bawah Keramik Rumah

“Saya memerlukan jajaran Dinas Pertanian yang tanggap dan proaktif. Apa yang menjadi kebutuhan petani harus diperhatikan,” tegasnya. (rdw/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
semangka pertanian kemarau lahan kebun