Anggaran Karhutla Menipis, Pemkab Seruyan Siapkan Dana BTT

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB
Ilustrasi Anggaran
Ilustrasi Anggaran

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan mulai menipis. Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau yang masih panjang, sementara frekuensi kejadian dan luasan lahan terbakar terus bertambah.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, anggaran reguler untuk penanganan karhutla sebenarnya telah disiapkan sebelumnya. Namun, panjangnya musim kemarau membuat kebutuhan operasional di lapangan terus meningkat.

“Anggaran reguler kemarin khusus untuk ini memang sudah kita anggarkan. Tapi semuanya memerlukan biaya,” kata Ahmad Selanorwanda, Rabu (16/9).

Menurutnya, tim di lapangan tetap bekerja maksimal untuk merespons setiap kejadian kebakaran. Namun, meningkatnya frekuensi kejadian dan luasan lahan yang terbakar turut membuat kebutuhan penanganan semakin besar.

Untuk memastikan penanganan karhutla tetap berjalan selama masa tanggap darurat, Pemkab Seruyan menyiapkan sejumlah opsi tambahan pembiayaan. Salah satunya melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Karena volume kejadian atau frekuensi kejadian, luasan kebakaran juga semakin terjadi sejalan dengan panjangnya masa kemarau ini, maka membutuhkan lagi tambahan anggaran,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, penggunaan BTT tetap harus dilakukan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku, termasuk melalui persetujuan DPRD.

Selain BTT, Pemkab Seruyan juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendapatkan dukungan anggaran.

“Pemkab juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendapatkan dukungan anggaran,” jelasnya.

Pemkab Seruyan juga membuka peluang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Salah satunya melalui dana yang dialokasikan Kementerian Keuangan dengan penggunaan melalui BNPB.

“Bisa kita gunakan dengan memenuhi regulasi. Sekaligus juga mungkin dana dari provinsi dan tersedia dana yang dialokasikan di Kementerian Keuangan dengan penggunaannya melalui BNPB,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keberlangsungan penanganan karhutla selama masa tanggap darurat. Terlebih, periode penanganan diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.

“Terlebih, periode penanganan masih cukup panjang hingga akhir Oktober mendatang,” tandasnya. (rdw/sla)

 

Editor : Slamet Harmoko
Anggaran Karhutla Belanja Tak Terduga Anggaran BTT pemkab seruyan