KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com – Kemarau membuat warga dan petugas di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan kesulitan mendapatkan air. Kondisi ini mendorong DPRD meminta perusahaan ikut membantu menyuplai air untuk kebutuhan masyarakat dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Anggota DPRD Seruyan Dapil II Sukran Ma’mun mengatakan, debit air sumur warga mulai menurun. Bahkan, sejumlah sumur galian sulit mendapatkan air.
“Kita mencari sumber air alternatif. Kalau sungainya dekat, kita ambil dari sungai. Tapi kalau jauh, kita koordinasi dengan perusahaan terdekat. Beberapa perusahaan juga membantu menyediakan tangki,” kata Sukran, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga: 861 Kejadian Karhutla Bakar 1.232 Hektare Lahan, Seruyan Tetapkan Status Tanggap Darurat
Menurutnya, bantuan perusahaan cukup penting karena armada pemadam milik pemerintah memiliki kapasitas terbatas. Akses ke waduk perusahaan yang lokasinya lebih dekat juga dapat mempercepat pengisian air.
Sukran berharap seluruh perusahaan di Seruyan ikut berpartisipasi, tidak hanya perusahaan tertentu.
“Harapan kita jangan hanya perusahaan tertentu. Semua perusahaan bisa ikut berpartisipasi,” tegasnya.
Baca Juga: TKD Dipangkas Rp450 Miliar, DBH Belum Cair, Bupati Gumas: Bagaimana Kami Bangun Daerah?
Ia menyebut PT Musirawas menjadi salah satu perusahaan yang membantu pemadaman dengan menyediakan dukungan ketika dibutuhkan. Sementara PT HPS telah memberikan akses kepada petugas untuk mengambil air dari waduk miliknya.
“Kalau kita mengambil ke sungai terlalu jauh, waktunya lebih lama. Jadi kita koordinasi dengan PT HPS dan mereka mengizinkan mengambil air di waduk,” ujarnya.
Baca Juga: Kalteng Berpotensi Dapat BTT Sekitar Rp100 Miliar, DPRD Minta Pemda Segera Bergerak
Sukran berharap sinergi pemerintah, perusahaan dan masyarakat terus diperkuat selama kondisi kemarau dan karhutla masih berlangsung.
“Kalau darurat kita panggil, mereka datang membantu. Alhamdulillah, sementara ini kita saling membantu,” pungkasnya. (rdw/fm)
Editor : Farid Mahliyannor