KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com–Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Seruyan tercatat rendah dalam tiga bulan terakhir. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seruyan mencatat hanya dua kejadian sepanjang Juli hingga September 2026.
Kasatlantas Polres Seruyan Iptu Subronto mengatakan, pada Agustus tidak terdapat laporan kecelakaan. Sementara itu, hingga pertengahan September tercatat satu kejadian.
“Kalau tiga bulan terakhir ini baru sekitar dua kejadian. Agustus nihil, Juli ada satu dan September ada satu,” kata Subronto, Senin (14/9).
Menurutnya, kecelakaan yang terjadi belakangan ini didominasi kecelakaan tunggal. Kondisi tersebut menunjukkan kecelakaan lebih banyak berkaitan dengan faktor pengendara daripada tabrakan dengan kendaraan lain.
“Rata-rata laka tunggal. Artinya, kesalahan itu ada pada masing-masing pengendara,” ujarnya.
Subronto menduga faktor manusia turut menjadi penyebab. Terlebih, beberapa kecelakaan terjadi pada dini hari ketika kondisi pengendara berpotensi mengantuk.
“Kalau jam 02.00 atau 03.00, faktor manusianya bisa saja. Apalagi kalau tidak ada lawannya,” jelasnya.
Ia menyebut, rendahnya angka kecelakaan tidak terlepas dari upaya pencegahan yang dilakukan Satlantas. Sosialisasi keselamatan berlalu lintas dilakukan secara rutin, termasuk melalui media sosial.
Selain itu, personel ditempatkan di sejumlah titik rawan. Salah satunya Pos 80 yang difungsikan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Anggota di pos tersebut rutin melakukan patroli di sepanjang jalur Kumai–Persilangan.
“Tujuan pos itu memang untuk pencegahan laka lantas. Anggota setiap hari patroli sepanjang wilayah tersebut,” katanya.
Di sisi lain, Satlantas tetap mewaspadai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan. Pelanggaran yang masih kerap ditemukan antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm serta anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan.
“Pelanggaran yang masih kerap ditemukan antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm serta anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan,” jelasnya.
Untuk pengendara di bawah umur, polisi lebih mengedepankan pendekatan kepada keluarga dengan memberikan pemahaman mengenai keselamatan berkendara.
Sementara itu, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi masih ditemukan, meski jumlahnya dinilai belum menonjol.
“Ada satu dua, terutama anak-anak remaja. Tapi di Seruyan masih kategori wajar. Meski begitu tetap harus kita tindak,” tegasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno