Cegah Karhutla, Satgas Edukasi Siswa dan Perkuat MPA

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:47 WIB
Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan penyuluhan di SMKN 1 Kuala Pembuang, Senin (8/9). (Riafani/Radar Sampit)
Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan penyuluhan di SMKN 1 Kuala Pembuang, Senin (8/9). (Riafani/Radar Sampit)

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang. Edukasi tersebut juga menyasar generasi muda melalui penyuluhan di SMKN 1 Kuala Pembuang, Senin (8/9).

Dansatgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng Brigjen TNI Citro Subono mengatakan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan personel dan peralatan pemadam. Menurut dia, sebagian besar karhutla dipicu aktivitas manusia sehingga perubahan kebiasaan dalam mengelola lahan menjadi hal penting.

“Karhutla ini penyebabnya 90 persen manusia. Karena itu kami diutus untuk memberikan penyuluhan dan mengubah mindset,” kata Citro kepada awak media, Senin (8/9).

Dia menegaskan, secanggih apa pun peralatan dan sebanyak apa pun personel yang dikerahkan, penanganan karhutla tidak akan maksimal jika kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan belum terbentuk.

“Secanggih apa pun alat yang diturunkan, apabila mindset masyarakat tidak bisa berubah, tidak akan teratasi juga,” tegasnya.

Karena itu, generasi muda menjadi salah satu sasaran utama penyuluhan. Mereka diharapkan memahami bahaya karhutla sekaligus meneruskan pesan pencegahan kepada keluarga dan masyarakat.

Citro mengatakan, kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun sejak sekarang agar karhutla tidak terus berulang setiap tahun.

“Kalau ini selesai, tetapi mindset belum terbentuk, tahun depan pun akan berulang lagi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Citro didampingi sejumlah personel Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng, yakni Laksma TNI Bambang Wasisto, Kolonel Laut Whisnu Kusardhianto, Kolonel Laut Anggun Nan Tungga, Kolonel Mar A. Temmy Irawan, dan Koptu Anas.

Selain memberikan penyuluhan kepada pelajar, Satgas Penyuluhan Karhutla meninjau posko Masyarakat Peduli Api (MPA). Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan secara simbolis berupa profil tank dan sumur bor untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Citro mengatakan, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Ketika kebakaran meluas dan sumber air sulit ditemukan, proses pemadaman akan semakin berat.

Dukungan alat berat juga disiapkan. Dua unit ekskavator dari pemerintah pusat disebut akan dikirim melalui Kodam untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Namun, pengerahan ekskavator masih terkendala akses karena salah satu jembatan di wilayah Katingan sedang dalam proses perbaikan sehingga belum dapat dilalui.

Ekskavator tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperdalam parit yang mengalami pendangkalan, memperlancar aliran sungai, serta membantu pembuatan embung sebagai sumber air cadangan.

“Kalau terjadi darurat dan tidak ada air, ngebor pun tidak ada. Karena itu perlu ada air cadangan,” jelas Citro.

Wakil Bupati Seruyan Supian mengapresiasi kedatangan Satgas Penyuluhan Karhutla yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dan pelajar. Menurut dia, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, petugas, masyarakat, hingga generasi muda.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Seruyan ikut aktif dalam menangani masalah karhutla, terutama menghindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” kata Supian.

Khusus kepada pelajar, Supian meminta pesan yang diperoleh dalam sosialisasi diteruskan ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Menurut dia, penanganan karhutla bukan persoalan yang dapat diselesaikan dalam satu musim sehingga membutuhkan kesadaran dan konsistensi lintas generasi.

“Tongkat estafet ke depan ada di pundak mereka. Tanggung jawabnya juga ada di tangan mereka,” tandasnya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
mpa seruyan karhutla