Orangutan Rusak Tanaman Kelapa Warga Kuala Pembuang, Kabur saat Petugas Cek Lapangan

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi orangutan rusak kebun kelapa warga. (Dibuat dengan akal imitasi/Radar Sampit)
Ilustrasi orangutan rusak kebun kelapa warga. (Dibuat dengan akal imitasi/Radar Sampit)

Radarsampit.jawapos.com – Kemunculan orangutan kembali membuat warga di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, resah. Seekor orangutan dilaporkan masuk ke kebun warga dan merusak serta memakan bagian tanaman kelapa.

Laporan tersebut diterima petugas BKSDA pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.10 WIB. Informasi awal disampaikan staf TNTP Wilayah II Kuala Pembuang, Sudayanto, yang meneruskan laporan warga bernama Sugianto.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, petugas kemudian menghubungi Sugianto untuk memastikan informasi tersebut. Dari keterangan warga, seekor orangutan berada di kebunnya dan telah merusak puluhan batang tanaman kelapa.

Kerusakan mulai terlihat sejak Jumat (4/9). Orangutan disebut merusak dan memakan bagian tanaman kelapa. Di sekitar lokasi juga terdapat lahan yang mengalami kebakaran.

“Petugas memberikan penjelasan terkait perilaku orangutan dan meminta Sugianto melakukan pengecekan kembali pada sore hari serta melaporkan apabila satwa tersebut masih terlihat,” kata Muriansyah, Selasa (8/9/2026).

Namun, saat dilakukan pengecekan pada sore harinya, orangutan tersebut sudah tidak terlihat di lokasi. Petugas kembali memberikan imbauan kepada warga agar tetap berhati-hati dan melaporkan apabila satwa kembali muncul.

Kemunculan orangutan di kawasan tersebut bukan kali pertama. Beberapa tahun sebelumnya, tim penyelamatan dari Pangkalan Bun juga pernah mendatangi lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap orangutan.

Upaya tersebut belum berhasil. Saat itu, orangutan masuk ke kawasan yang dipenuhi tanaman nipah yang rapat dan berair sehingga petugas kehilangan jejak.

“Beberapa tahun yang lalu tim rescue dari Pangkalan Bun pernah datang ke lokasi. Saat itu orangutan tidak berhasil di-rescue karena masuk ke nipah yang rapat dan berair,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat keberadaan orangutan di sekitar permukiman dan perkebunan warga perlu mendapat perhatian. BKSDA meminta warga tidak melakukan tindakan sendiri apabila kembali menemukan satwa dilindungi tersebut.

Warga juga diminta segera melaporkan kemunculan orangutan kepada petugas agar dapat dilakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
pohon kelapa Orangutan Kuala Pembuang