Pematang Panjang dan Bangun Harja Dapat Bantuan Air Bersih

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 19:34 WIB
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda memantau perdistribusian bantuan air bersih untuk warga Desa Bangun Harja, Rabu (2/9/2026) sore.  (Rifani/Radar Sampit)  
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda memantau perdistribusian bantuan air bersih untuk warga Desa Bangun Harja, Rabu (2/9/2026) sore.  (Rifani/Radar Sampit)  

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau mulai menggerus ketersediaan air bersih warga di sejumlah wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).  Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Seruyan memperluas distribusi air bersih ke desa-desa yang mulai kesulitan mendapatkan sumber air layak konsumsi.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau.

Rabu (2/9/2026) sore, rombongan pemerintah daerah mengunjungi Desa Pematang Panjang untuk menyaksikan penyaluran air bersih. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Desa Bangun Harja.

“Kami mengunjungi dua desa. Pematang Panjang dan Desa Bangun Harja. Kami menyaksikan pembagian air bersih yang merupakan jawaban atas keinginan masyarakat,” kata Ahmad, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Organisasi, lembaga, perusahaan, maupun pihak swasta diharapkan turut membantu masyarakat yang terdampak.

Ia menyebut PMI, PDAM, Dinas PUPR, Bank Kalteng, serta perusahaan yang beroperasi di Seruyan dapat berkontribusi melalui distribusi air bersih. Menurutnya, biaya satu tangki air relatif kecil jika dibandingkan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Ini tentu sangat membantu sekali bagi masyarakat,” ujarnya.

Ahmad juga meminta para Camat dan Kepala Desa aktif menginventarisasi wilayah yang mengalami krisis air bersih. Pendataan diperlukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air.

Wilayah hilir Sungai Seruyan menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian. Saat kemarau, debit sungai mengalami penurunan. Kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan air asin merembes ke sumber air warga.

Akibatnya, sumur yang sebelumnya masih dapat digunakan mulai mengalami penurunan kualitas.

“Musim kemarau ternyata air surut dan air asin juga merembes ke sumur-sumur warga,” jelasnya.

Untuk sementara, distribusi air dilakukan dengan kapasitas sekitar 5.000 liter di setiap titik. Pemkab Seruyan memastikan penyaluran akan terus dilakukan dan cakupannya diperluas sesuai hasil pendataan serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Selain persoalan air bersih, Ahmad mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Cuaca kering yang disertai angin dapat membuat api lebih cepat menyebar.

Masyarakat diminta berhati-hati saat beraktivitas, terutama di sekitar permukiman dan lahan. Menjaga lahan, kawasan hutan, serta lingkungan dari ancaman kebakaran dinilai menjadi tanggung jawab bersama.

“Jaga lahan, hutan, dan lingkungan sekitarnya agar tidak terjadi kebakaran,” pungkasnya. (rdw/fm)

 

Editor : Heru Prayitno
bantuan air bersih kekeringan seruyan