KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Seruyan mencatat 151 kejadian yang ditangani petugas hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, 53 merupakan kejadian kebakaran dan 98 lainnya berupa operasi penyelamatan.
Kepala DPKP Seruyan Nomo Koeswoyo mengatakan, dari 53 kejadian kebakaran tersebut, sebanyak 44 merupakan kebakaran lahan. Selain itu, tercatat delapan kebakaran rumah dan satu kebakaran kendaraan.
“Peningkatan kejadian kebakaran lahan menjadi perhatian bersama,” kata Nomo, Rabu (2/9).
Kebakaran lahan mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Sepanjang bulan tersebut, DPKP Seruyan mencatat 27 kejadian, meningkat dibandingkan Juli yang mencatat sembilan kejadian.
Secara keseluruhan, selama Agustus terdapat 39 kejadian yang ditangani petugas. Sebanyak 31 di antaranya merupakan kejadian kebakaran, terdiri atas 27 kebakaran lahan, tiga kebakaran permukiman, dan satu kebakaran kendaraan. Sementara delapan kejadian lainnya merupakan operasi penyelamatan.
Dari 98 kejadian penyelamatan hingga September 2026, evakuasi ular menjadi kasus terbanyak dengan 39 kejadian. Kemudian evakuasi tawon sebanyak 23 kejadian, pohon tumbang 11 kejadian, biawak delapan kejadian, serta evakuasi cincin dan kucing masing-masing enam kejadian. Petugas juga menangani satu kejadian terkait anjing dan empat kejadian lainnya.
Nomo mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi lingkungan mudah terbakar. Menurutnya, pencegahan lebih penting dibandingkan penanganan setelah api membesar.
“Mari tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian dalam mencegah karhutla. Mencegah lebih baik daripada memadamkan,” pungkasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno