KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan bersama masyarakat menggelar salat Istisqa di Lapangan Gagah Lurus, Kuala Pembuang, Senin (31/8). Salat meminta hujan itu digelar sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang yang meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salat Istisqa juga dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Seruyan. Pemkab Seruyan sebelumnya telah mengeluarkan edaran kepada para camat agar kegiatan serupa digelar di wilayah masing-masing.
Wakil Bupati Seruyan Supian mengatakan, salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon agar kemarau panjang segera berakhir dan hujan turun di wilayah Seruyan.
“Tujuan dan maksud kita tidak lain adalah berharap kondisi kemarau ini segera turun hujan yang dapat memberikan rahmat bagi masyarakat Kabupaten Seruyan pada khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” kata Supian kepada awak media, Senin (31/8).
Menurut Supian, kondisi kemarau saat ini perlu diwaspadai karena tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan potensi karhutla.
“Kita tidak mau masyarakat kita di Kabupaten Seruyan mendapat musibah. Apalagi kondisi kekeringan ini rentan terjadi kebakaran,” ujarnya.
Dia berharap pelaksanaan salat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Pemkab Seruyan berharap hujan segera turun sehingga kekeringan berakhir dan potensi bencana akibat kemarau dapat ditekan.
“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan ini Allah SWT mengabulkan permintaan dan keinginan kita agar kemarau panjang ini segera berakhir dan turun hujan yang memberikan rahmat bagi masyarakat,” pungkasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno