Hujan Tak Kunjung Turun, Polres Seruyan Gelar Salat Istisqa di Tengah Ancaman Karhutla

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:46 WIB

 

SALAT ISTISQA: Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi bersama jajaran dan masyarakat Seruyan melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Polres Seruyan, Jumat (28/8/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT
SALAT ISTISQA: Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi bersama jajaran dan masyarakat Seruyan melaksanakan Salat Istisqa di Lapangan Polres Seruyan, Jumat (28/8/2026). FOTO: RIFANI/RADAR SAMPIT

 

KUALA PEMBUANG, Radarsampit.jawapos.com - Langit yang belum juga menurunkan hujan membuat kekhawatiran terhadap dampak kemarau di Kabupaten Seruyan terus meningkat.

Tak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kondisi kering juga mulai menjadi perhatian bersama.

Di tengah situasi tersebut, jajaran Polres Seruyan memilih menambah ikhtiar dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Salat Istisqa digelar di Lapangan Polres Seruyan, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Perjalanan Cuma 20 Menit Jadi 1,5 Jam, Rp17,5 Miliar Dikucurkan untuk Jalan Sepaku-Perigi

H. Ending Bahrudin, S.Ag. bertindak sebagai imam. Sementara tausiah sekaligus khotbah disampaikan Ustadz Alil Alamin. Suasana khidmat terasa ketika para jamaah mengikuti setiap rangkaian ibadah dan memanjatkan doa agar hujan segera turun.

Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi mengatakan, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau yang melanda wilayah Seruyan.

“Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini wilayah Kabupaten Seruyan sedang mengalami musim kemarau. Kondisi ini tentunya meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Baca Juga: Kejadian Karhutla di Kalteng Masuk 10 Besar Nasional. Pangdam dan Kapolda Ancam Pembakar Lahan  

Menurut Beddy, doa bersama menjadi momentum untuk mengajak seluruh pihak sejenak merendahkan diri dan memohon pertolongan Allah SWT.

Harapannya, hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali lebih sejuk sekaligus membantu menekan potensi Karhutla.

“Kita berharap doa yang kita panjatkan bersama ini mendapat ridha Allah SWT dan hujan segera diturunkan untuk memberikan kesejukan serta membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah kita,” katanya.

Baca Juga: Kabut Asap Kembali Mengancam, Disdik Palangka Raya Alihkan PAUD-SMP ke PJJ

Namun, ikhtiar tidak berhenti pada doa. Kapolres juga mengingatkan seluruh personel dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Kepedulian terhadap lingkungan dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi Karhutla.

“Melalui Salat Istisqa ini kami mengajak masyarakat memperbanyak doa dan istighfar serta bersama-sama menjaga lingkungan,” tandasnya. (rdw/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
salat istisqa kemarau seruyan kabut asap karhutla