Api Padam Saja Tak Cukup, Area Bekas Karhutla Perlu Disiram Lagi

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:13 WIB
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi turun langsung mengoperasikan water cannon untuk melakukan penyiraman dan pendinginan di lokasi kebakaran Jalan Ki Hajar Dewantara, Rabu (26/8). (Rifani/Radar Sampit) 
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi turun langsung mengoperasikan water cannon untuk melakukan penyiraman dan pendinginan di lokasi kebakaran Jalan Ki Hajar Dewantara, Rabu (26/8). (Rifani/Radar Sampit) 

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Jajaran Polres Seruyan melakukan pendinginan dan penyiraman di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kabupaten Seruyan, Rabu (26/8). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.

Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi turun langsung memimpin proses pendinginan. Personel mengerahkan mobil water cannon untuk membasahi area terdampak, terutama titik yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Beddy bersama personel juga menyisir sejumlah bagian lokasi. Area yang masih mengeluarkan asap atau menunjukkan tanda-tanda panas menjadi perhatian untuk segera dilakukan pembasahan.

“Bara yang tersisa di dalam lahan masih dapat memunculkan asap hingga kembali menjadi titik api,” jelasnya.

Menurut Beddy, penanganan karhutla tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dikendalikan. Pendinginan dan penyiraman diperlukan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman.

“Kita tidak hanya mengejar api sampai padam. Setelah api berhasil dikendalikan, lokasi harus dipastikan benar-benar dingin. Jangan sampai masih ada titik panas yang kemudian menyala kembali dan mengancam permukiman masyarakat,” tegasnya.

Pengerahan water cannon membantu mempercepat pembasahan area terdampak sekaligus mengantisipasi api kembali merembet ke kawasan sekitar.

Polres Seruyan memastikan pemantauan tetap dilakukan setelah proses pendinginan. Pengawasan tersebut untuk mengantisipasi munculnya kembali asap maupun titik panas hingga lokasi dinyatakan aman. (rdw/yit) 

Editor : Heru Prayitno
seruyan karhutla