KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com — Pemerintah Kabupaten Seruyan mendorong kreativitas dan budaya literasi anak melalui Lomba Menggambar Tingkat SD/MI Tahun 2026 yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan bertema “Seruyan Cerdas Dimulai dari Perpustakaan” tersebut dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan Bahrun Abbas. Lomba diikuti peserta dari berbagai SD/MI se-Kabupaten Seruyan.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Seruyan Welduline Ahmad Selanorwanda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan Angga, perwakilan perangkat daerah dan Kantor Kementerian Agama Seruyan, dewan juri, serta guru pendamping.
Saat membacakan sambutan Bupati Seruyan, Bahrun Abbas mengatakan lomba menggambar bukan sekadar ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.
“Seni rupa, khususnya kegiatan menggambar, memiliki peran penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan menggambar dapat melatih motorik halus sekaligus merangsang daya imajinasi anak. Melalui pensil, krayon, warna, maupun kuas, anak-anak juga belajar mengekspresikan gagasan dan perasaan dalam bentuk visual.
Ia mengatakan masa sekolah dasar merupakan fase penting untuk membangun kreativitas dan rasa ingin tahu. Karena itu, peserta diminta tidak menjadikan hasil akhir sebagai beban.
“Jangan takut salah dan jangan terlalu terbebani dengan hasil akhir. Yang paling utama adalah kalian berani berkarya dengan jujur menggunakan imajinasi dan kreativitas kalian sendiri,” pesannya.
Bahrun juga menegaskan seluruh peserta merupakan anak-anak Seruyan yang membanggakan, terlepas dari hasil yang diperoleh dalam perlombaan.
Dukungan juga diarahkan kepada orang tua dan guru pendamping. Pemerintah daerah meminta anak-anak diberi ruang untuk berekspresi dan berkembang sesuai dengan dunia mereka yang penuh keceriaan dan kreativitas.
Sementara itu, kepada dewan juri, Bahrun berharap proses penilaian dilakukan secara objektif, adil, dan profesional sehingga peserta yang menjadi juara merupakan yang terbaik.
Selain mendorong kreativitas, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas dan wawasan generasi muda.
“Mari kita budayakan membaca buku, jadikan membaca sebagai salah satu hobi, bahkan menjadi kebutuhan,” ajaknya.
Bahrun berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada hasil karya di atas kertas, tetapi menjadi langkah untuk membangun anak-anak Seruyan yang berani berkreasi, gemar membaca, dan memiliki wawasan luas sejak dini. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno