KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com — Antusiasme pelaku usaha mengikuti Pasar Rakyat dan UMKM yang digelar bersamaan dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XIX Kabupaten Seruyan tinggi. Jumlah pendaftar telah menembus lebih dari 100 lapak, melampaui perkiraan awal panitia.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Seruyan, Adhian Noor, mengatakan panitia hanya menyiapkan 21 stan utama untuk peserta kegiatan MTQH.
“Stan yang dibangun panitia berjumlah 21 unit, terdiri atas 18 stan ditambah tiga stan lainnya. Itu digunakan untuk PKK kecamatan, PKK Kabupaten yang bergabung dengan Diskoperindag, serta organisasi perangkat daerah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat (7/8).
Di luar stan yang disiapkan panitia, kawasan pasar rakyat dan wahana permainan dikelola pihak ketiga. Pemerintah Kabupaten Seruyan menyediakan lahan secara cuma-cuma tanpa memungut biaya sewa maupun retribusi.
Namun, pengelola diwajibkan menanggung kebutuhan operasional secara mandiri, mulai dari penyediaan listrik, keamanan, hingga kebersihan area usaha.
Adhian mengatakan tingginya minat pedagang membuat panitia tidak lagi mampu menyediakan fasilitas tenda dan instalasi listrik untuk seluruh peserta.
Awalnya, jumlah pendaftar sekitar 80 pelaku usaha. Namun, hingga menjelang pembukaan kegiatan, permohonan terus berdatangan sehingga jumlahnya melampaui 100 lapak.
“Masih ada yang mendaftar sampai hari ini. Karena itu, lokasi pasar rakyat terus kami perluas agar seluruh pedagang bisa terakomodasi,” katanya.
Pasar Rakyat dan UMKM berlangsung pada 6–20 Agustus 2026. Pada 6–10 Agustus, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian MTQH XIX dan Festival Seni Qasidah Kabupaten Seruyan.
Selanjutnya, mulai 11 Agustus, kegiatan dilanjutkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Puncak acara dijadwalkan berupa Tabligh Akbar pada 20 Agustus.
Menurut Adhian, penyelenggaraan pasar rakyat tahun ini tidak hanya bertujuan menggerakkan roda perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mewujudkan kawasan pusat kuliner permanen di Kuala Pembuang.
Ia mengatakan lokasi tersebut dinilai strategis dan telah masuk dalam rencana pengembangan kawasan. Ke depan, kawasan itu berpotensi menjadi sentra kuliner sekaligus ruang aktivitas kreatif masyarakat.
“Harapan kami, ini menjadi cikal bakal pusat kuliner Kabupaten Seruyan. Ke depan bisa menjadi tempat UMKM berjualan setiap hari, dilengkapi ruang untuk kegiatan kreatif anak muda, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi Pasar Ramadan,” jelasnya.
Gagasan tersebut, lanjut Adhian, telah disampaikan kepada Bupati Seruyan. Diskoperindag juga diminta menyiapkan nota pertimbangan sebagai dasar pembahasan lebih lanjut agar kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi pusat ekonomi baru yang tertata dan menjadi daya tarik masyarakat. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno