Perkuat Pesisir Seruyan melalui Penanaman Mangrove

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:23 WIB
Penanaman mangrove serentak di Arboretum Mangrove , Kuala Pembuang, Minggu (26/7).
Penanaman mangrove serentak di Arboretum Mangrove , Kuala Pembuang, Minggu (26/7).

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Seruyan menjadi lokasi pelaksanaan Penanaman Mangrove Serentak tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia. Kegiatan tersebut dipusatkan di Arboretum Mangrove Busur Kelompok Masyarakat Lestari Sejahtera Mandiri, Kuala Pembuang, Minggu (26/7).

Kegiatan penanaman mangrove ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjol, Wakil Bupati Seruyan Supian, Plh Sekretaris Daerah Seruyan Bahrun Abbas, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

Anang Dirjol mengatakan, peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap kelestarian ekosistem pesisir. Menurutnya, penanaman mangrove secara serentak merupakan langkah nyata dalam menjaga garis pantai dan memperkuat mitigasi perubahan iklim.

“Pelestarian mangrove membutuhkan sinergi semua pihak, mulai pemerintah, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Seruyan Supian menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Ia menjelaskan, hutan mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan gelombang pasang. Selain itu, ekosistem mangrove menjadi habitat berbagai biota pesisir serta berperan dalam penyerapan karbon untuk mendukung pengendalian perubahan iklim.

Supian menegaskan, Pemerintah Kabupaten Seruyan akan terus mendukung rehabilitasi kawasan pesisir dan memperluas konservasi mangrove melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami berkomitmen mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan memperkuat kerja sama semua pihak dalam menjaga ekosistem pesisir,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat, pelaku usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda menjadikan gerakan penanaman mangrove sebagai budaya bersama untuk menjaga kelestarian pesisir serta mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Cegah abrasi seruyan mangrove