KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Seruyan hingga pertengahan 2026 masih tergolong rendah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan mengakui kondisi tersebut dipengaruhi penyesuaian basic price atau harga dasar sebagai acuan penyusunan biaya kegiatan pemerintah. Meski demikian, sejumlah proyek fisik kini mulai berjalan.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Seruyan Bahrun Abbas mengatakan, serapan anggaran telah berada di atas 10 persen. Namun, ia belum dapat memastikan angka pastinya karena masih menunggu data resmi dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) maupun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Jumat (24/7).
"Kalau serapan anggaran memang sudah di atas 10 persen, tetapi angka pastinya nanti dari BKAD atau Bappeda," katanya kepada wartawan.
Abbas menjelaskan, belum optimalnya realisasi anggaran tidak semata-mata disebabkan lambatnya pelaksanaan program. Salah satu faktor utama ialah penyesuaian basic price yang dilakukan mengikuti perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) serta biaya distribusi hingga ke desa-desa.
Menurutnya, penyesuaian tersebut menyebabkan besaran harga dasar berbeda di setiap wilayah karena memperhitungkan biaya transportasi hingga tingkat desa.
"Basic price tahun ini disesuaikan sampai memperhitungkan biaya transportasi ke desa-desa. Jadi nilainya berbeda antarwilayah, termasuk antarkecamatan," jelasnya.
Ia memastikan sebagian pekerjaan pemerintah telah mulai berjalan setelah penyesuaian harga dasar selesai dilakukan. "Sebagian pekerjaan sudah mulai berjalan," tegasnya.
Pemkab Seruyan dijadwalkan membahas perkembangan realisasi anggaran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) pekan depan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar percepatan pelaksanaan program agar target serapan anggaran dapat tercapai hingga akhir tahun. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno