Seleksi CPNS 2026 Belum Pasti, Pemkab Seruyan Usulkan 300 Formasi

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:58 WIB
Kepala Bidang Mutasi dan Promosi ASN pada BKPSDM Seruyan Addeli saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/7). (RIFANI/RADAR SAMPIT)
Kepala Bidang Mutasi dan Promosi ASN pada BKPSDM Seruyan Addeli saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/7). (RIFANI/RADAR SAMPIT)

  

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan belum dapat memastikan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Hingga Selasa (21/7/2026), pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait rekrutmen tersebut.

Kepala BKPSDM Seruyan Agung Sulistyono melalui Kepala Bidang Mutasi dan Promosi ASN, Addeli, mengatakan pihaknya masih menanti kebijakan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengenai pelaksanaan seleksi CPNS 2026.

Menurut Addeli, Pemkab Seruyan hingga kini belum menerima arahan teknis, seperti sosialisasi petunjuk pelaksanaan maupun pelatihan bagi admin seleksi yang biasanya menjadi tahapan awal sebelum proses rekrutmen dimulai.

“ Hingga saat ini kami belum dapat memastikan kapan pelaksanaan penerimaan CPNS tahun 2026 dan masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, kepastian mengenai ada atau tidaknya seleksi CPNS tahun ini diperkirakan baru diketahui pada September hingga Oktober 2026. Apabila hingga periode tersebut belum ada keputusan dari pemerintah pusat, peluang pelaksanaan seleksi pada tahun ini dinilai semakin kecil karena waktu yang tersedia semakin terbatas.

“Informasi ada atau tidaknya seleksi tahun 2026 masih kita tunggu hingga bulan Oktober nanti. Jika belum ada keputusan, maka seleksi tidak akan dilaksanakan pada tahun ini,” tegasnya.

Meski belum ada kepastian, Pemkab Seruyan telah mengajukan usulan kebutuhan aparatur sebanyak 300 formasi. Usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan organisasi perangkat daerah serta mempertimbangkan kemampuan dan efisiensi anggaran daerah.

Namun, jumlah formasi tersebut masih berupa usulan dan belum dapat dipastikan sebelum mendapat persetujuan resmi dari pemerintah pusat. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
cpns seruyan