Karhutla Jadi Ancaman Serius di Seruyan, Kapolres Perkuat Kesiapsiagaan

M. Rifani Dewantara • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:53 WIB
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi memeriksa kesiapan personel saat Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026 di halaman Mapolres Seruyan, Selasa (21/7). (RIFANI/RADAR SAMPIT) 
Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi memeriksa kesiapan personel saat Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026 di halaman Mapolres Seruyan, Selasa (21/7). (RIFANI/RADAR SAMPIT) 

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Polres Seruyan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026 di halaman Mapolres Seruyan, Selasa (21/7).

Apel tersebut dipimpin Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi dan diikuti para pejabat utama serta seluruh personel Polres Seruyan. Kegiatan ini bertujuan mengecek kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan.

Dalam amanat Kapolda Kalimantan Tengah yang dibacakan Kapolres Seruyan, seluruh jajaran diminta memperkuat sinergi, komunikasi, dan koordinasi dengan TNI, Pemerintah Kabupaten Seruyan, BPBD, Manggala Agni, serta instansi terkait dalam penanganan karhutla.

Upaya pencegahan menjadi prioritas melalui patroli terpadu, deteksi dini titik panas (hotspot), serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi menegaskan kesiapsiagaan personel menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak karhutla.

“Seluruh personel harus siap bergerak cepat, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini hingga penanganan di lapangan agar kebakaran tidak meluas,” tegasnya.

Menurutnya, penanggulangan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

“Penanggulangan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Dibutuhkan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, hingga masyarakat agar penanganannya lebih efektif,” ujarnya.

AKBP Beddy juga mengimbau masyarakat Kabupaten Seruyan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat.

Ia memastikan seluruh personel dan sarana pendukung Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 siap diterjunkan apabila terjadi karhutla, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar risiko bencana dapat diminimalkan sejak dini. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
seruyan karhutla