KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - SMP Bhakti Perdana Desa Lampasa, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan terus memperkuat langkah menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2026.
Terbaru, sekolah dengan akreditasi A ini memaksimalkan peran kader adiwiyata sebagai penggerak dan teladan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Didampingi guru, kader adiwiyata melaksanakan kampanye lingkungan dan bersih-bersih kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, Minggu (21/7/2026).
Kepala SMP Bhakti Perdana Retdita Rasyidea mengatakan terus mengedukasi anak didik untuk memiliki kesadaran terhadap lingkungan, baik itu di lingkungan sekolah, tempat tinggal maupun keseluruhan.
Salah satunya dengan mengajak kader adiwiyata melaksanakan kampanye lingkungan dan bersih-bersih kawasan Pantai Ujung Pandaran.
“Kader adiwiyata ini nantinya menjadi contoh bagi anak didik lainnya, termasuk juga mengedukasi untuk pengelolaan sampah, memilah sampah, melakukan hemat energi serta menjalankan program konservasi lingkungan,” ucap Retdita Rasyidea.
Dalam kegiatan kampanye lingkungan, para kader adiwiyata membentangkan spanduk berupa gambar hasil kreasi siswa. Gambar tersebut sarat dengan pesan moral untuk mengajak pelestarian flora dan fauna.
“Bahan yang digunakan semuanya daur ulang. Berbahan spanduknya bekas mereka menumpahkan kreasi berupa gambar-gambar yang semuanya coretan tangan sendiri,” ucap Retdita Rasyidea.
Tidak hanya itu, kader adiwiyata beserta para guru juga membersihkan sampah, khususnya botol plastik minuman dan makanan yang masih banyak berserakan.
Setelah dipilah, sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam dalam bak sampah yang sudah tersedia.
“Mereka sengaja kita ajak turun langsung ke lapangan. Selain melakukan aksi nyata mereka juga bisa lansung bersosialisasi kepada pengujung di tempat wisata ini,” kata Retdita.
Terakhir, mereka membagikan stiker yang isinya mengajak untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilahnya. Ajakan melakukan hemat energi dengan mematikan lampu jika tidak digunakan. Dan juga melakukan hemat air.
“Dengan mengedukasi sejak dini diharapkan mereka bisa bertanggungjawab tidak hanya pada diri sendiri tapi juga lingkungan tempat tinggal, sekolah dan lingkungan secara keseluruhan,” tegas Retdita Rasyidea. (ton/soc)
Editor : Slamet Harmoko