Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Industri Rotan Butuh Modernisasi Alat Produksi

M. Rifani Dewantara • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:53 WIB
Aktivitas sejumlah pekerja lokal di sektor komoditas rotan di Kotim.
Aktivitas sejumlah pekerja lokal di sektor komoditas rotan di Kotim.

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com — Pemerintah Kabupaten Seruyan mengusulkan dukungan pemerintah pusat untuk modernisasi alat produksi bagi industri kecil dan menengah (IKM) rotan di daerah tersebut. Usulan itu disampaikan saat audiensi Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI di Jakarta, Kamis (9/7).

Dalam audiensi tersebut, Ahmad memaparkan potensi industri rotan Seruyan sekaligus menyampaikan kendala yang masih dihadapi para pelaku IKM, terutama keterbatasan peralatan produksi.

“Salah satu persoalan utama adalah proses produksi yang sebagian besar masih dilakukan secara manual, terutama pada tahap pembelahan dan penipisan rotan,” kata Ahmad Selanorwanda.

Menurutnya, rotan merupakan komoditas unggulan yang telah lama menjadi sumber penghidupan masyarakat Seruyan. Selain dijual sebagai bahan baku, rotan juga diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti anyaman, keranjang, tas, suvenir, hingga produk dekoratif.

Ia menjelaskan, Pemkab Seruyan telah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para pengrajin. Namun, keterbatasan alat produksi masih menjadi tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.

Penggunaan alat manual menyebabkan proses produksi membutuhkan waktu lebih lama serta meningkatkan risiko kerusakan bahan baku, seperti rotan patah atau cacat.

“Karena itu, Pemkab Seruyan mengusulkan dukungan pemerintah pusat berupa mesin pembelah dan mesin penipis rotan,” ujarnya.

Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses produksi, meningkatkan efisiensi, mengurangi kerusakan bahan baku, serta menghasilkan produk rotan yang lebih berkualitas dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.

Namun, Direktorat Jenderal IKMA menyampaikan bahwa program bantuan mesin belum dapat direalisasikan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Sebagai alternatif, pemerintah pusat meminta Pemkab Seruyan tetap berkoordinasi dengan tim pendamping sentra IKM dan direktorat terkait agar pelaku usaha tetap mendapatkan pendampingan serta fasilitasi pengembangan secara bertahap.

Selain itu, Direktorat Jenderal IKMA menawarkan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan. Melalui program tersebut, pelaku IKM dapat membeli mesin secara mandiri terlebih dahulu, kemudian mengajukan permohonan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Setelah melalui proses verifikasi dan memenuhi persyaratan, biaya pembelian mesin dapat memperoleh penggantian (reimburse) sesuai ketentuan yang berlaku. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#modernisasi pertanian #seruyan #rotan