KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 40 pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan mengikuti pelatihan pengolahan ikan asin higienis berbasis rumah pengering ikan yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan di Aula Mess Pemda Seruyan, Kamis (9/7).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT Rimbun Seruyan. Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku usaha dalam memproduksi ikan asin yang higienis, aman dikonsumsi, dan memiliki daya saing di pasar.
Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Muda, Eryani, bersama tim menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan rumah pengering ikan yang telah dibangun pemerintah, termasuk tata cara penggunaan, perawatan, serta pengelolaan fasilitas agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Eryani menjelaskan, pengolahan ikan menjadi ikan asin masih menjadi metode pengawetan tradisional yang banyak dilakukan masyarakat Seruyan. Namun, proses produksi yang belum memenuhi standar kebersihan dapat menurunkan mutu produk, membahayakan kesehatan konsumen, serta menghambat peluang pemasaran.
“Proses produksi yang belum memenuhi standar kebersihan berpotensi menurunkan mutu produk, membahayakan kesehatan konsumen, serta membatasi peluang pemasaran,” katanya.
Untuk itu, pelaku usaha juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan bahan baku yang layak melalui prosedur Pemeriksaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk perikanan daerah.
Selain aspek teknis produksi, peserta mendapatkan materi tentang strategi pemasaran produk olahan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Hal itu diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun luar daerah.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perikanan bersama PT Rimbun Seruyan memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan, khususnya melalui peningkatan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno