Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Akses Jalan Jadi Kunci, Warga Hulu Seruyan Butuh Layanan Kesehatan yang Lebih Dekat

M. Rifani Dewantara • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:06 WIB
Anggota DPRD Seruyan Citra Yuda
Anggota DPRD Seruyan Citra Yuda

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Keterbatasan infrastruktur jalan di wilayah hulu Kabupaten Seruyan berdampak pada pelayanan kesehatan, distribusi logistik, hingga pemerataan listrik. Karena itu, Anggota DPRD Seruyan Daerah Pemilihan (Dapil) III, Citra Yuda, meminta Pemerintah Kabupaten Seruyan segera mengoperasikan gedung bekas rencana Kantor Kecamatan di Tumbang Darap yang telah direnovasi menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu), Senin (6/7).

Menurut Citra, keberadaan Pustu tersebut akan memudahkan masyarakat di wilayah hulu memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Puskesmas Tumbang Manjul.

“Bangunannya sudah selesai direnovasi. Kami sudah meminta pemerintah daerah agar segera mengoperasionalkannya supaya masyarakat di wilayah hulu lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya saat ditemui Radar Sampit di ruang Komisi B DPRD Seruyan.

Ia menjelaskan, masyarakat di sejumlah desa selama ini masih terkendala akses akibat kondisi jalan yang belum memadai. Karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan yang lebih dekat dinilai menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga.

Citra mengatakan, pelayanan kesehatan di kawasan tersebut sebelumnya terbantu oleh klinik milik perusahaan. Saat operasional perusahaan masih berjalan normal, klinik melayani persalinan, pengobatan, hingga memfasilitasi rujukan pasien ke luar daerah.

“Dulu perusahaan sangat membantu. Bahkan pasien yang harus dirujuk sampai ke Melawi juga difasilitasi perusahaan, termasuk ambulansnya,” ujarnya.

Namun, pelayanan tersebut kini tidak lagi maksimal. Klinik perusahaan masih beroperasi dengan fasilitas yang lebih terbatas, sementara ambulans yang sebelumnya tersedia sudah tidak ada sehingga masyarakat harus mencari kendaraan sendiri untuk keperluan rujukan.

Menurut Citra, sedikitnya 14 desa bergantung pada layanan tersebut, yakni 12 desa di Kecamatan Seruyan Hulu dan dua desa di Kecamatan Suling Tambun.

Selain berdampak pada pelayanan kesehatan, keterbatasan akses jalan juga memengaruhi pemerataan listrik. Di Kecamatan Suling Tambun, beberapa desa mulai menikmati jaringan listrik karena akses jalan sudah terbuka, meski masih memerlukan peningkatan dan perawatan.

Sementara itu, di wilayah Seruyan Hulu bagian atas, jalan pemerintah baru menjangkau hingga Tusuk Belawan. Adapun akses menuju desa-desa di atas Tumbang Manjul masih sangat terbatas.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat masih mengandalkan pembangkit listrik berbahan bakar solar. Pasokan solar didatangkan dari Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Saat jalan rusak, distribusi bahan bakar terhambat sehingga pasokan listrik ikut terganggu.

“Intinya semua kembali ke jalan. Kalau akses jalan terbuka, pelayanan kesehatan lebih mudah, distribusi logistik lancar, dan jaringan listrik juga bisa masuk,” tegasnya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#kesehatan #seruyan