Radarsampit.jawapos.com - Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji reguler Kloter BDJ 6. Seorang jemaah asal Kabupaten Seruyan dilaporkan wafat di Makkah, Arab Saudi, Kamis (14/5/2026), setelah sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.
Jemaah tersebut diketahui bernama Drs M Darmawan bin M Ali. Tim Kesehatan Haji Kloter BDJ 6, dr. Yan Aditya, mengatakan almarhum diduga mengalami serangan jantung sebelum akhirnya meninggal dunia di RS Al Noor Makkah.
“Diduga serangan jantung. Sempat dibawa ke IGD Al Noor dan ditangani di sana, namun beliau meninggal dunia,” ujar dr. Yan Aditya saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, berdasarkan catatan tim medis, almarhum memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan diabetes melitus. Faktor usia lanjut juga disebut menjadi perhatian di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi selama musim haji berlangsung.
“Beliau memiliki riwayat darah tinggi dan kencing manis serta usia lanjut. Untuk riwayat penyakit jantung tidak terdokumentasi,” jelasnya.
Proses pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai prosedur pemerintah Arab Saudi dan difasilitasi pihak syarikah setempat. Almarhum dimakamkan di pemakaman Al Shoraya pada Jumat pagi waktu setempat.
Sementara itu, Pembimbing Ibadah Kloter BDJ 5, Taufikurrahman, mengungkapkan sebelum kejadian almarhum masih terlihat sehat dan aktif beribadah bersama jemaah lain di hotel tempat menginap.
“Almarhum kesehariannya sehat walafiat, tidak ada keluhan sakit dan tidak menjalani perawatan medis sebelumnya. Beliau tetap dapat melaksanakan ibadah rutin salat lima waktu di musholla hotel,” katanya.
Namun kondisi almarhum mendadak menurun pada Kamis sore usai melaksanakan salat Asar di kamar penginapan Hotel Alhidayah Aziziyah Tower 5. Saat itu, almarhum mengeluhkan sesak dan kesulitan bernapas.
“Teman satu rombongan sempat membantu memijit, tetapi keluhannya semakin terasa,” ujarnya.
Tim kesehatan kloter kemudian membawa almarhum ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Almarhum diketahui berusia 66 tahun dan merupakan mantan guru Pendidikan Agama Islam di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan. Semasa hidupnya, ia dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Selain pernah mengabdi sebagai ASN, almarhum juga tercatat sebagai Penasehat MUI Seruyan dan Penasehat FKUB Seruyan. Di lingkungan masyarakat Kuala Pembuang, ia dikenal rutin mengisi pengajian mingguan di Masjid Nurul Yaqin. (rdw)
Editor : Slamet Harmoko