Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Seruyan Gandeng Kaleka untuk Mendorong Investasi  Berkelanjutan

M. Rifani Dewantara • Jumat, 10 April 2026 | 06:00 WIB
Kesepakatan bersama Yayasan Lembaga Penelitian Kaleka Indonesia ditandatangani oleh Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda pada Kamis (9/4). (RIFANI/RADAR SAMPIT)
Kesepakatan bersama Yayasan Lembaga Penelitian Kaleka Indonesia ditandatangani oleh Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda pada Kamis (9/4). (RIFANI/RADAR SAMPIT)

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan menjalin kerja sama dengan Yayasan Lembaga Penelitian Kaleka Indonesia untuk memperkuat investasi berkelanjutan di daerah. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda pada Kamis (9/4).

Bupati Ahmad menekankan, kehadiran investor tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, jaringan, dan kepercayaan yang mempercepat pembangunan daerah.

“Investor lahir dari proses panjang; mereka belajar, berdiskusi, dan membangun kapasitas. Kehadiran mereka harus disambut sebagai solusi pembangunan,” ujarnya.

Meski begitu, Bupati menegaskan pembangunan tidak bisa bertumpu pada satu pihak. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama dibutuhkan agar tujuan kesejahteraan masyarakat tercapai secara berkelanjutan.

Pemkab Seruyan kini fokus memperkuat sektor hulu, termasuk infrastruktur, sistem distribusi, dan jaminan keamanan produksi, untuk menarik minat investor. Potensi kebun masyarakat, khususnya sawit yang telah berusia 20–25 tahun, menjadi modal penting bagi daya saing produk lokal di pasar internasional.

Bupati juga menyoroti tantangan pembangunan, seperti keterbatasan anggaran, dinamika kebijakan, dan kondisi politik. “Perbedaan pandangan dalam demokrasi wajar, yang penting tetap fokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad.

Selain itu, ia menekankan sikap tegas terhadap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan, termasuk pertambangan tanpa izin dengan bahan berbahaya. Praktik tersebut dianggap mengancam keselamatan masyarakat dan keberlanjutan daerah.  

“Ini tidak bisa ditoleransi. Kita harus jaga daerah agar tetap lestari dan aman,” pungkasnya. (rdw/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#kerjasama #seruyan