Zumba, Cara Warga Sampit Mengusir Stres Tanpa Harus Marah-Marah

RM-113 • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:47 WIB
ZUMBA: Warga Sampit saat mengikuti zumba di salah satu fasilitas olahraga di kota tersebut. (Istimewa)
ZUMBA: Warga Sampit saat mengikuti zumba di salah satu fasilitas olahraga di kota tersebut. (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ada banyak cara untuk menghadapi stres setelah seharian bekerja. Ada yang memilih rebahan, ada yang mencari makanan enak, ada pula yang memilih memandangi plafon sambil memikirkan hidup.

Warga Sampit punya pilihan lain: Zumba.

Bagi sejumlah perempuan yang mengikuti kelas Zumba di salah satu sanggar senam di Jalan MT Haryono, olahraga bukan cuma perkara membuat badan berkeringat. Zumba juga menjadi semacam jeda dari rutinitas pekerjaan dan aktivitas rumah tangga yang kadang terasa tidak ada habisnya.

Gerakannya memang mirip dance. Bedanya, setelah beberapa gerakan, badan diharapkan menjadi lebih ringan, pikiran lebih segar, dan stres sedikit demi sedikit ikut ditinggalkan di lantai sanggar.

Sanggar Zumba tersebut menjadi salah satu pilihan warga karena tempatnya dianggap bersih dan privat. Pesertanya juga khusus perempuan yang memang menyukai olahraga tersebut.

.
.

Buat sebagian peserta, datang ke kelas Zumba bukan sekadar memenuhi agenda olahraga. Ada bonus berupa kesempatan bertemu orang baru, berbincang dengan teman, dan tentu saja berkeringat bersama.

Instruktur sekaligus Zumba Instructor Network (ZIN), Dessy, mengatakan dirinya sudah menggeluti dan melatih Zumba selama kurang lebih sembilan tahun.

Ia mulai melatih sejak 2018. Perjalanan membangun kelas Zumba tersebut, kata Dessy, tidak selalu mulus. Jumlah peserta yang awalnya hanya sedikit kini berkembang menjadi puluhan member.

“Saya melatih Zumba ini kurang lebih sudah jalan 9 tahun, dimulai dari tahun 2018 sampai sekarang, banyak naik turun bukit untuk mengembangkan Zumba ini, dari yang membernya sedikit hingga sebanyak ini. Alhamdulillah sekarang member saya sudah puluhan dari yang awalnya hanya bisa dihitung jari.”

Bagi Dessy, Zumba bukan sekadar olahraga untuk membuat badan berkeringat. Ada sejumlah manfaat yang menurutnya bisa dirasakan peserta, mulai dari melatih jantung, membantu membakar lemak, hingga melatih ingatan.

Namun, ada satu manfaat yang menurutnya tidak kalah penting: membantu peserta melepas penat.

“Zumba ini banyak sekali manfaatnya, terutama untuk melatih jantung, bagus untuk membakar lemak, melatih ingatan agar tidak gampang lupa. Hal yang utama bagi saya adalah membantu member ini untuk sedikit melepas penat dan menghilangkan stres di kegiatan seharian bekerja.”

Datang untuk Olahraga, Pulang Bawa Teman

Hal serupa dirasakan Widiya, salah seorang member.

Ia mengikuti Zumba karena memang menyukai olahraga tersebut. Tetapi, seperti yang sering terjadi dalam aktivitas bersama orang lain, datang untuk olahraga ternyata bisa berujung mendapatkan teman baru.

“Saya ikut Zumba karena hobi dan senang banyak teman baru, berinteraksi dengan senior. Kadang juga di rumah nggak ada kegiatan setelah melakukan pekerjaan rumah. Menurut saya Zumba ini membantu saya agar lebih fresh dan kelihatan awet muda.”

Barangkali inilah salah satu alasan olahraga berkelompok terasa berbeda. Orang datang dengan alasan ingin sehat, tetapi pulangnya bisa membawa cerita, teman baru, dan badan yang terasa lebih ringan.

Setidaknya, untuk beberapa jam, pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, dan berbagai urusan sehari-hari bisa ditaruh dulu di luar pintu sanggar.

Stres Tidak Harus Dilawan dengan Rebahan

Zumba pada akhirnya bukan cuma soal gerakan mengikuti musik. Bagi peserta di sanggar tersebut, aktivitas ini menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran sekaligus memberi ruang bagi diri sendiri setelah menjalani rutinitas.

Instruktur Zumba itu menilai olahraga tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan fisik. Aktivitas ini juga bisa membantu mengurangi penat dan meringankan beban pikiran setelah menjalani berbagai kegiatan seharian, baik bagi pekerja kantoran maupun ibu rumah tangga.

Jadi, kalau setelah seharian bekerja kepala terasa penuh, mungkin tidak selalu harus diselesaikan dengan mengeluh di media sosial.

Bisa juga dengan berkeringat, mengikuti musik, menggerakkan badan, lalu pulang dengan perasaan yang sedikit lebih ringan.

Toh, stres tidak selalu harus diajak berantem. Kadang cukup diajak Zumba. (Rm-113)

Editor : Slamet Harmoko
senam zumba zumba marah stress sampit