DUBAI, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Arab Saudi secara resmi menyambut baik pernyataan Dewan Keamanan PBB yang mengutuk keras serangkaian serangan milisi Houthi terhadap wilayah kerajaan.
Serangan yang dimaksud menyasar fasilitas sipil, bandara, serta infrastruktur energi vital milik negara tersebut.
Dalam pernyataan resminya melalui platform X pada Jumat, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menekankan pentingnya seruan Dewan Keamanan PBB terkait penghentian pasokan senjata bagi milisi Houthi. Riyadh menilai langkah ini krusial untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Baca Juga: Terendus Polisi, Pria di Seruyan Simpan 12 Paket Sabu dalam Kotak Rokok di Bawah Jok Mobil
"Kami menghargai solidaritas Dewan Keamanan dalam menghadapi serangan yang menargetkan warga sipil," ungkap kementerian tersebut seperti dilansir situs berita arab news.
Pernyataan ini muncul tak lama setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sikap tegas dalam pertemuan formal mereka.
Dewan Keamanan PBB dalam dokumen pernyataan presiden yang dirilis Kamis menegaskan kembali hak inheren Arab Saudi untuk melakukan pembelaan diri. Anggota dewan sepakat mengutuk serangan sembrono yang terjadi pada 10 dan 11 Oktober terhadap Bandara Internasional King Khalid.
Baca Juga: Ketika Kepolisian Rakumpit Menyatu dengan Denyut Ekonomi Warga, Kawal Sembako, Patroli di Pasar
Data resmi mencatat serangan tersebut menewaskan 14 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka. Juru bicara koalisi, Mayjen Turki Al-Maliki, mengungkapkan bahwa sejak awal Oktober, milisi Houthi yang didukung Iran telah melancarkan sedikitnya 20 serangan ke bandara yang sama.
Selain bandara, Dewan Keamanan juga menyoroti serangan berulang terhadap fasilitas milik Saudi Aramco. Tindakan ini dinilai telah mengancam sektor penerbangan sipil, infrastruktur energi, serta keselamatan warga di seluruh penjuru kerajaan.
Posisi Dewan Keamanan PBB kali ini dianggap lebih signifikan dibandingkan pernyataan pers sebelumnya pada Agustus dan September. Sebagai pernyataan resmi presiden, dokumen ini memerlukan kesepakatan bulat dari seluruh 15 anggota dewan dan dicatat dalam arsip formal.
Baca Juga: Nikmati Nuansa Eropa di Agrowisata Bhumi Merapi Sleman, Jogjakarta
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) turut menyambut positif keputusan tersebut. Sekretaris Jenderal GCC, Jassim Mohammed Al-Budaiwi, menyatakan bahwa langkah ini mengirimkan pesan kuat bagi pihak mana pun yang mengancam keamanan maritim dan perdagangan internasional.
Al-Budaiwi menekankan perlunya implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan 2216. Ia menegaskan bahwa negara-negara GCC tetap bersatu mendukung Arab Saudi dalam mengambil langkah perlindungan terhadap kedaulatan, keamanan, dan rakyatnya.
Di sisi lain, sempat beredar peringatan dini potensi bahaya di wilayah Kegubernuran Yanbu oleh Pertahanan Sipil Saudi pada Jumat pagi. Namun, otoritas terkait dengan cepat mencabut peringatan tersebut tak lama setelah dikeluarkannya pernyataan keamanan nasional. (*)
Editor : Farid Mahliyannor