Ikan Peyang, Si Predator Air Hitam yang Kini Bernilai Jutaan Rupiah

Rm-110 • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:05 WIB
IKAN PEYANG: Seorang anak sedang menunjukkan ikan peyang peliharaannya. (Rahma/Radar Sampit)
IKAN PEYANG: Seorang anak sedang menunjukkan ikan peyang peliharaannya. (Rahma/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ikan peyang bukan sekadar ikan konsumsi bagi sebagian masyarakat Kalimantan Tengah. Ikan yang dikenal dalam dunia hobi sebagai Channa maru itu kini menjadi salah satu ikan predator yang diburu penghobi karena corak tubuh dan warna sisiknya.

Di alam, ikan peyang hidup di perairan pedalaman Kalimantan dan Sumatra. Di Kalimantan Tengah, ikan ini banyak ditemukan di ekosistem air hitam, termasuk sungai-sungai pedalaman Kotawaringin, Barito, dan Pulang Pisau. Habitat lainnya berupa rawa gambut serta sungai-sungai kecil di kawasan Taman Nasional Sebangau.

Peyang masih satu keluarga dengan ikan gabus. Bentuk kepalanya yang pipih menyerupai kepala ular menjadi salah satu ciri yang membuat ikan ini mudah dikenali.

Daya tarik utama ikan peyang terletak pada corak tubuhnya. Pola pada sisiknya menyerupai batik dan dapat berkembang menjadi warna yang semakin menarik ketika ikan tumbuh. Pada jenis tertentu, warna tubuhnya dapat berubah menjadi kemerahan.

Dari Ikan Konsumsi Menjadi Ikan Hias

Bagi masyarakat lokal, ikan peyang sejak lama dikenal sebagai ikan konsumsi. Dagingnya tebal dan gurih, dengan karakter yang disebut menyerupai ikan haruan.

Namun, tren memelihara ikan predator mengubah nilai ikan tersebut. Channa kini tidak hanya dipandang sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi bagian dari hobi ikan hias.

Corak tubuh, bentuk kepala, warna mata, hingga perkembangan warna menjadi pertimbangan penghobi ketika memilih ikan. Kondisi itu ikut mendongkrak nilai jual ikan peyang.

Harga ikan peyang berukuran kecil dapat berada pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp500 ribu, bergantung pada jenis dan kualitasnya. Sementara ikan predator dari kelompok Channa dengan kualitas kontes dan ukuran tertentu dapat memiliki nilai jauh lebih tinggi, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

Karena itu, budidaya ikan peyang tidak lagi semata-mata berkaitan dengan ikan konsumsi. Bagi sebagian penghobi, pemeliharaan ikan tersebut juga menjadi aktivitas yang bernilai ekonomi.

Akuarium Harus Aman

Memelihara ikan peyang membutuhkan akuarium yang sesuai dengan karakter ikan predator. Ukuran akuarium perlu cukup luas untuk memberikan ruang gerak. Penutup juga harus terpasang rapat karena ikan ini memiliki kebiasaan melompat.

Kualitas air menjadi faktor penting. Kondisi air perlu dijaga pada pH sekitar 6,5–7,5 dengan suhu berkisar 25–30 derajat Celsius.

Penggunaan filter diperlukan untuk menjaga kualitas air. Namun, arus sebaiknya tidak terlalu kuat agar ikan tidak mudah stres.

Akuarium juga dapat dilengkapi batu, kayu apung, atau tanaman air sebagai tempat berlindung. Dekorasi semacam itu memberikan ruang bagi ikan untuk bersembunyi sekaligus membuat lingkungan akuarium lebih mendukung perilaku alaminya.

Pakan Berprotein Tinggi

Sebagai ikan predator, peyang membutuhkan pakan yang sesuai dengan karakter dan ukuran tubuhnya. Pakan hidup dapat diberikan, antara lain jangkrik, udang sungai, cacing tanah, serta ikan-ikan kecil.

Ulat hongkong atau ulat jerman juga dapat menjadi pilihan pakan. Sementara untuk ikan dewasa, cacing tanah dapat diberikan sebagai salah satu variasi makanan.

Ikan kecil seperti cere atau guppy dapat digunakan sebagai pakan untuk merangsang naluri berburu. Selain pakan hidup, penghobi juga dapat memberikan pelet khusus ikan predator dengan kandungan protein tinggi.

Pemberian pakan tidak berarti harus dilakukan sebanyak-banyaknya. Pakan hidup dapat diberikan satu hingga dua kali sehari dalam jumlah yang terukur. Pemberian berlebihan justru berisiko membuat air cepat kotor dan ikan mengalami kegemukan.

Variasi makanan diperlukan agar kebutuhan nutrisi ikan tetap terjaga. Pakan yang diberikan secara teratur dan sesuai kebutuhan juga menjadi bagian dari perawatan untuk mempertahankan kondisi tubuh serta warna ikan.

Bisa Dipelihara Bertahun-tahun

Ikan peyang bukan jenis ikan yang memiliki umur pendek. Dalam pemeliharaan akuarium, ikan ini dapat hidup selama 10 hingga 20 tahun. Di habitat alaminya, umur ikan bahkan disebut dapat mencapai puluhan tahun apabila kondisi lingkungan sangat mendukung.

Karakter predator juga perlu menjadi perhatian, terutama ketika ikan dipelihara di rumah. Akuarium sebaiknya ditempatkan di lokasi yang aman dan tidak mudah dijangkau anak-anak.

Ikan peyang memiliki rahang dan perilaku predator yang dapat membahayakan apabila tangan dimasukkan ke dalam akuarium secara sembarangan. Karena itu, keindahan ikan tersebut tetap perlu diimbangi dengan cara pemeliharaan yang aman.

Dari sungai dan rawa gambut di pedalaman Kalimantan, ikan peyang kini menemukan kehidupan baru di akuarium. Perubahan fungsi dari ikan konsumsi menjadi ikan hias bernilai tinggi menunjukkan bagaimana tren hobi dapat mengubah nilai ekonomi seekor ikan. (rth)

Editor : Slamet Harmoko
ikan peyang ikan channa ikan gabus air hitam kalimantan