Radarsampit.jawapos.com - QRIS dibaca “KRIS”, bukan “KYURIS” atau “KIYURIS”. Cara membaca istilah yang kini sangat akrab dalam transaksi pembayaran digital itu masih kerap menjadi perdebatan di tengah masyarakat.
QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yakni standar kode QR pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).
QRIS diluncurkan pada 17 Agustus 2019 dan mulai diwajibkan penggunaannya secara nasional pada 31 Desember 2019. Sejak saat itu, seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran yang menggunakan kode QR wajib mengikuti standar QRIS.
Kehadiran QRIS membuat transaksi pembayaran menjadi lebih mudah karena masyarakat tidak perlu menggunakan berbagai kode QR berbeda untuk melakukan pembayaran.
QRIS dikembangkan industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia agar transaksi menggunakan kode QR berlangsung lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Jadi, QRIS Dibaca Apa?
Bank Indonesia menetapkan pelafalan QRIS sebagai “KRIS”.
Dengan demikian, penyebutan QRIS bukan “KYURIS”, “KIYURIS”, maupun “KIRIS”.
Pelafalan tersebut digunakan untuk memudahkan komunikasi antara pedagang dan konsumen dalam aktivitas transaksi sehari-hari.
Huruf Q dalam QRIS memang dapat membuat sebagian orang mengucapkannya mengikuti pelafalan bahasa Inggris, yakni seperti penyebutan huruf “Q”. Namun, Bank Indonesia menetapkan penyebutan singkatan tersebut sebagai “KRIS”.
QRIS Satukan Berbagai Kode QR Pembayaran
QRIS menyatukan berbagai kode QR pembayaran ke dalam satu standar nasional. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan pembayaran melalui berbagai aplikasi pembayaran yang telah mendukung QRIS.
Penggunaan QRIS juga berkembang pesat dan banyak dimanfaatkan pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menerima pembayaran secara digital.
QRIS dapat digunakan untuk transaksi secara offline maupun online. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung inklusi ekonomi dan keuangan sekaligus membantu meningkatkan aktivitas usaha serta kualitas layanan kepada konsumen.
Meski pembayaran digital semakin mudah, masyarakat tetap diingatkan untuk berhati-hati saat melakukan transaksi.
Bank Indonesia mengimbau pengguna QRIS selalu memeriksa nama penerima yang muncul pada layar sebelum menyelesaikan pembayaran. Langkah tersebut penting untuk memastikan uang dikirim kepada pihak yang tepat. (rth)
Editor : Slamet Harmoko